
Ilustrasi- Seseorang dari keluarga yang bercerai. (freepik)
JawaPos.com - Perceraian orang tua adalah pengalaman yang dapat meninggalkan dampak mendalam bagi anak-anak yang mengalaminya.
Meskipun mereka mungkin tidak menyadarinya, pengalaman tersebut seringkali membentuk cara mereka berhubungan dengan orang lain, terutama dalam hubungan romantis saat dewasa.
Menurut psikologi, pola perilaku yang terbentuk dari tumbuh dalam keluarga bercerai dapat terus memengaruhi dinamika hubungan mereka sepanjang hidup.
Dalam artikel ini, melansir Blog Herald, kita akan membahas delapan perilaku umum yang sering terulang pada individu yang berasal dari keluarga bercerai atau 'broken home', dan bagaimana pola-pola ini mempengaruhi hubungan mereka di masa depan.
1. Ketakutan terhadap Komitmen
Anak dari keluarga bercerai sering mengalami ketakutan terhadap komitmen. Mereka melihat perceraian sebagai bukti bahwa hubungan bisa saja berakhir kapan pun, sehingga sulit bagi mereka untuk benar-benar berkomitmen pada satu hubungan jangka panjang.
2. Kesulitan dalam Komunikasi
Perceraian seringkali menciptakan komunikasi yang tidak sehat di antara orang tua. Anak yang menyaksikan pola komunikasi negatif ini dapat tumbuh dengan kesulitan dalam mengekspresikan perasaan atau menyampaikan kebutuhan secara terbuka kepada pasangan mereka.
3. Masalah Kepercayaan
Masalah kepercayaan adalah dampak umum bagi anak-anak yang tumbuh di keluarga bercerai. Mereka sering merasa bahwa kepercayaan itu rapuh, sehingga mereka mungkin kesulitan mempercayai pasangan sepenuhnya dan selalu merasa curiga atau cemas terhadap kesetiaan pasangan.
4. Harapan yang Terlalu Tinggi
Anak-anak dari keluarga bercerai bisa saja memiliki harapan tinggi terhadap hubungan, mencari kepastian dan kestabilan yang kurang mereka dapatkan saat kecil. Harapan ini bisa menjadi beban bagi pasangan mereka, dan ketika harapan tersebut tidak terpenuhi, mereka mudah merasa kecewa.
5. Takut terhadap Konflik
Karena menyaksikan pertengkaran atau konflik dalam keluarga, anak dari keluarga bercerai sering merasa takut akan konflik. Mereka bisa menghindari konfrontasi atau bahkan mengorbankan kebutuhannya sendiri demi menghindari ketegangan dalam hubungan.
6. Pergumulan dengan Perasaan Kepada Diri Sendiri

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
