Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 November 2024 | 19.17 WIB

8 Perilaku Anak dari Keluarga 'Broken Home' yang Sering Terulang dalam Hubungan Dewasa Mereka, Menurut Psikologi

Ilustrasi- Seseorang dari keluarga yang bercerai. (freepik) - Image

Ilustrasi- Seseorang dari keluarga yang bercerai. (freepik)

JawaPos.com - Perceraian orang tua adalah pengalaman yang dapat meninggalkan dampak mendalam bagi anak-anak yang mengalaminya.

Meskipun mereka mungkin tidak menyadarinya, pengalaman tersebut seringkali membentuk cara mereka berhubungan dengan orang lain, terutama dalam hubungan romantis saat dewasa.

Menurut psikologi, pola perilaku yang terbentuk dari tumbuh dalam keluarga bercerai dapat terus memengaruhi dinamika hubungan mereka sepanjang hidup.

Dalam artikel ini, melansir Blog Herald, kita akan membahas delapan perilaku umum yang sering terulang pada individu yang berasal dari keluarga bercerai atau 'broken home', dan bagaimana pola-pola ini mempengaruhi hubungan mereka di masa depan.

1. Ketakutan terhadap Komitmen

Anak dari keluarga bercerai sering mengalami ketakutan terhadap komitmen. Mereka melihat perceraian sebagai bukti bahwa hubungan bisa saja berakhir kapan pun, sehingga sulit bagi mereka untuk benar-benar berkomitmen pada satu hubungan jangka panjang.

2. Kesulitan dalam Komunikasi

Perceraian seringkali menciptakan komunikasi yang tidak sehat di antara orang tua. Anak yang menyaksikan pola komunikasi negatif ini dapat tumbuh dengan kesulitan dalam mengekspresikan perasaan atau menyampaikan kebutuhan secara terbuka kepada pasangan mereka.

3. Masalah Kepercayaan

Masalah kepercayaan adalah dampak umum bagi anak-anak yang tumbuh di keluarga bercerai. Mereka sering merasa bahwa kepercayaan itu rapuh, sehingga mereka mungkin kesulitan mempercayai pasangan sepenuhnya dan selalu merasa curiga atau cemas terhadap kesetiaan pasangan.

4. Harapan yang Terlalu Tinggi

Anak-anak dari keluarga bercerai bisa saja memiliki harapan tinggi terhadap hubungan, mencari kepastian dan kestabilan yang kurang mereka dapatkan saat kecil. Harapan ini bisa menjadi beban bagi pasangan mereka, dan ketika harapan tersebut tidak terpenuhi, mereka mudah merasa kecewa.

5. Takut terhadap Konflik

Karena menyaksikan pertengkaran atau konflik dalam keluarga, anak dari keluarga bercerai sering merasa takut akan konflik. Mereka bisa menghindari konfrontasi atau bahkan mengorbankan kebutuhannya sendiri demi menghindari ketegangan dalam hubungan.

6. Pergumulan dengan Perasaan Kepada Diri Sendiri

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore