Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 November 2024 | 15.14 WIB

Pengaruh Sosial Media Terhadap Kesehatan Mental Kita dan Bagaimana Cara Kita Berperilaku

Ilustrasi orang bermain sosial media (freepik/rawpixel.com) - Image

Ilustrasi orang bermain sosial media (freepik/rawpixel.com)

JawaPos.com - Ada banyak diskusi tentang; apakah sosial media telah memberikan lebih banyak manfaat atau kerugian bagi masyarakat kita. Di satu sisi, sosial media telah memungkinkan kita menerima berita dengan kecepatan lebih cepat daripada sebelumnya.

Keuntungan lainnya adalah di mana pun Anda berada, Anda dapat terhubung dengan orang-orang yang tidak akan pernah berinteraksi dengan Anda. Di sisi lain, sosial media telah membuat kita terputus dari orang-orang di sekitar kita. 

Begitu banyak waktu yang dihabiskan di sosial media sehingga kita lupa menikmati hidup di masa sekarang. Sosial media juga berdampak negatif karena membuat kita lebih mudah membandingkan diri dengan orang lain.

Saat kita melihat foto-foto model di sosial media, kita cenderung tidak dapat menahan diri untuk tidak membandingkan jumlah like yang mereka terima dengan like kita. Harga diri seseorang dapat sangat menurun karena hal ini.

Beberapa orang bahkan menganggap sosial media lebih banyak menimbulkan kerugian daripada manfaat. Hal ini khususnya karena bagaimana sosial media dapat mempengaruhi kesehatan mental.

Kesehatan mental didefinisikan sebagai kondisi seseorang dalam kaitannya dengan kesejahteraan psikologis dan emosionalnya. Kesehatan mental penting karena menentukan cara kita bertindak, berpikir, dan merasa.

Kita harus mengakui bahwa memahami kesehatan mental dan kondisi kesejahteraan kita penting setiap saat, terutama di dunia di mana sosial media mempengaruhi perasaan kita. Dilansir JawaPos.com dari laman YourTango, Kamis (7/11), berikut empat pengaruh sosial media pada kesehatan mental.

1. Sosial media menurunkan harga diri kita

Salah satu dampak negatif media sosial terhadap masyarakat yang paling umum adalah dengan menurunkan harga diri seseorang, yang berdampak pada kesehatan mental mereka secara keseluruhan. 

Bagi sebagian orang, harga diri mereka berasal dari jumlah like yang mereka terima pada sebuah postingan. Jika mereka tidak menerima perhatian yang sama seperti orang lain, mereka tidak dapat menahan diri untuk bertanya-tanya apakah mereka tidak begitu menarik.

2. Kita cenderung berbagi berlebihan dan berakhir kecewa dengan reaksi orang-orang terhadap apa yang kita posting

Sering kali menakutkan untuk mengakui apa yang Anda rasakan, terutama jika Anda mungkin malu dengan apa yang Anda rasakan sejak awal. Akibatnya, orang-orang mengambil risiko dengan menggunakan sosial media untuk melampiaskan kekesalan.

Sosial media seharusnya menjadi tempat yang terbuka, mereka melakukan ini dengan harapan bahwa orang yang tepat akan melihat unggahan tersebut dan mengambil langkah selanjutnya untuk menghubungi dan mencari tahu apakah mereka baik-baik saja.

Namun, sering kali hal ini tidak terjadi. Hal ini sebagian disebabkan oleh media sosial yang membuat orang sulit mengetahui apakah seseorang serius atau tidak, di mana ini adalah dampak negatif lainnya dari sosial media.

3. Sosial media menyebabkan kita hanya mewakili satu sisi dari diri kita sendiri

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore