Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 November 2024 | 18.45 WIB

Pernahkah Anda Mendapatkan Silent Treatment dari Seseorang? Inilah 6 Cara Paling Tepat untuk Melawannya

Ilustrasi silent treatment (Freepik/Drazen Zigic) - Image

Ilustrasi silent treatment (Freepik/Drazen Zigic)

JawaPos.com - Anda berada di tempat yang tepat jika Anda bertanya-tanya bagaimana menanggapi perilaku silent treatment. Reaksi Anda terhadap perlakuan ini adalah kunci untuk menjaga kesehatan emosional Anda.

Beberapa orang mungkin menanggapi silent treatment dengan reaksi marah. Sering kali, tidak ada pemahaman tentang asal muasal perlakuan tersebut dan tidak ada rencana tindakan yang rasional.

Beberapa orang hanya menanggapi secara spontan tanpa berpikir mendalam, padahal ini adalah cara yang salah untuk melawan perilaku silent treatment.

Namun jangan khawatir, JawaPos.com telah melansir dari laman Lerarning Mind, Rabu (6/11), enam cara yang sehat untuk menanggapinya.

1. Mencoba untuk mengerti

Sebaiknya Anda menghadapi situasi tersebut dengan pikiran terbuka. Mulailah dengan menanyakan kepada orang yang bersikap diam tersebut mengapa mereka tidak berbicara atau menanggapi.

Jika alasannya logis, mereka biasanya akan menjawabnya dengan tenang. Jika karena mereka memanipulasi Anda, mereka akan bersikap tetap diam, atau mengatakan sesuatu seperti, "Kau tahu apa yang telah kau lakukan."

2. Beritahu mereka bagaimana perasaan Anda saat ini

Anda dapat mencoba hal lain selanjutnya, seperti memberi tahu mereka bagaimana perasaan Anda setelah perlakuan tersebut. Apakah mereka mendengarkan atau tidak, tindakan mereka akan terlihat.

Jika mereka merasa kewalahan, mereka juga akan mempertimbangkan perasaan Anda. Jika mereka hanya menghukum Anda karena sesuatu, mereka tidak akan peduli dengan perasaan Anda.

Mereka akan mengatakan bahwa mereka tidak peduli, menunjukkannya dengan lebih banyak diam, atau mungkin mengatakan sesuatu yang menyakitkan. Beri tahu mereka bahwa masalah tidak dapat diselesaikan tanpa komunikasi.

3. Tetapkan dan perkuat batasan

Batasan yang sehat dalam hubungan itu penting, menetapkan batasan ini membuat pihak lain tahu apa yang akan dan tidak akan Anda toleransi. Jika Anda telah melakukan kesalahan kepada orang lain, mintalah maaf.

Jika tidak, tegaskan fakta bahwa Anda tidak akan melanggar batasan untuk menenangkan mereka. Mengingat bahwa perlakuan diam sering kali merupakan penyiksaan, ingatkan mereka tentang batasan Anda dan tinggalkan mereka.

4. Teruslah melakukan perawatan diri

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore