
7 kepribadian perempuan yang suka mencari validasi di media sosial (freepik)
JawaPos.com - Seiring dengan perkembangannya, media sosial digunakan oleh orang-orang untuk komunikasi antara satu dengan yang lainnya. Namun, kini ternyata media sosial tak cukup digunakan sebagai komunikasi, namun juga validasi.
Orang-orang mulai mengejar like, komentar, dan pengikut seolah-olah harga diri mereka bergantung padanya. Kebutuhan terus-menerus untuk mendapatkan persetujuan mulai membayangi interaksi mereka yang sebenarnya.
Dilansir dari laman hackspirit.com oleh JawaPos.com, Selasa (5/11) berikut ini 7 kepribadian perempuan yang suka mencari validasi di media sosial:
1. Pencari perhatian
Mereka yang suka mencari validasi di media sosial adalah sosok pencari perhatian. Mereka senang dengan reaksi dan komentar positif yang mereka terima dari pengikutnya di media sosial.
Setiap like, share, atau komentar memenuhi kebutuhan mereka akan perhatian dan validasi.
2. Punya harga diri rendah
Mereka mengukur harga dirinya berdasarkan jumlah like dan komentar yang diterima pada postingannya. Itu adalah siklus destruktif yang berdampak buruk pada kesehatan mentalnya.
Harga diri yang rendah dapat terwujud dalam banyak cara, tetapi dalam hal media sosial, hal itu sering kali berkisar pada upaya mencari validasi dari orang lain agar merasa baik terhadap diri sendiri.
3. Narsisme yang tinggi
Meski tidak semua orang yang mencari validasi di media sosial adalah seorang narsisis, ada korelasi penting antara tingkat narsisme yang tinggi dan kebutuhan akan validasi di media sosial.
Narsisis sering menggunakan media sosial sebagai alat untuk memuaskan ego dan harga diri mereka.
Mereka biasanya mengunggah konten yang memamerkan prestasi, penampilan fisik, atau apa pun yang dapat membuat mereka menjadi pusat perhatian.
4. Takut ketinggalan (FOMO)
Jika Anda mendapati diri Anda terus-menerus menggulir feed Anda dan merasa cemas karena tidak menjadi bagian dari setiap acara atau percakapan, Anda mungkin mengalami FOMO.
Itu pertanda bahwa Anda mungkin mencari validasi media sosial lebih dari yang seharusnya.
5. Orang yang kesepian
Sering mencari validasi di media sosial mungkin kurang mendapatkan interaksi yang berarti dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Faktanya, media sosial merupakan sebuah paradoks nyata, di satu sisi merupakan cara untuk terhubung dengan orang lain, namun disisi lain jika terlalu banyak, pada akhirnya dapat menyebabkan kesepian.
6. Perfeksionis
Perfeksionisme adalah sifat lain yang umum ditemukan pada individu yang terus-menerus mencari validasi di media sosial. Mereka cenderung mengatur kehadiran daring mereka dengan cermat, menampilkan versi kehidupan mereka yang ideal.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
