
Ilustrasi sikap pilih kasih orang tua. (Freepik)
JawaPos.com – Anda mungkin tidak asing dengan istilah sindrom anak tengah, yang mana menjelaskan bahwa anak yang terlahir di tengah-tengah antara saudara kandungnya, biasanya kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua.
Mereka tidak seperti kakak pertama yang selalu di dengarkan, juga tidak seperti adik terakhir yang selalu dimanja, dan sikap pilih kasih yang diberikan oleh orang tua mereka ini, tidak jarang mempengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan emosional mereka saat tumbuh dewasa.
Setiap anak yang dilahirkan bersaudara, pasti mendambakan kasih sayang yang setara dan tidak ingin dibedakan-bedakan.
Sayangnya, sampai saat ini masih banyak orang tua yang menunjukkan sikap favoritisme mereka baik dalam keadaan sadar ataupun tidak.
Dilansir dari laman Your Tango pada Rabu (30/10), berikut adalah sembilan tanda yang menunjukkan bahwa Anda adalah korban dari sikap pilih kasih orang tua.
1. Emosi yang diabaikan
Ketika orang tua Anda bersikap pilih kasih, sementara Anda bukanlah anak kesayangan, kemungkinan besar mereka akan mengabaikan emosi Anda.
Pengabaian terhadap emosi anak, dapat menyebabkan mereka tumbuh dewasa menjadi pribadi yang sangat tertutup dan sulit untuk mempertahankan hubungan dekat.
Anda mungkin merasa terputus dan kesulitan untuk mengenali perasaan pribadi, karena sudah terbiasa untuk menahan perasaan, yang membuat Anda percaya bahwa mengekspresikan emosi tidak akan membantu memenuhi kebutuhan Anda.
2. Diberi lebih banyak tanggung jawab di usia muda
Tanda lain bahwa Anda bukan anak kesayangan adalah saat masih kecil, Anda diberikan lebih banyak tugas dan tanggung jawab seperti orang dewasa dibandingkan dengan saudara Anda yang lain.
Meskipun melakukan pekerjaan rumah dapat membantu anak-anak sukses di sekolah dan dalam kehidupan, distribusi tanggung jawab yang tidak adil dapat menyebabkan perasaan kewalahan, dan memiliki efek jangka panjang pada perkembangan dan kesejahteraan anak.
Hal ini dapat mengakibatkan dampak emosional dan perilaku yang negatif di masa dewasa, seperti kesulitan dalam menjalin hubungan dan masalah emosional.
3. Prestasi yang tidak diakui

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
