Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Oktober 2024 | 20.15 WIB

Hindari Respons Buruk, 6 Cara Cerdas Menerima Kritikan yang Membangun seperti Sang Juara dengan Bijaksana

Ilustrasi orang menerima kritikan dengan cerdas. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang menerima kritikan dengan cerdas. (Freepik)

JawaPos.com - Kritik dalam bentuk apa pun sering kali sulit untuk diterima, terutama ketika berkaitan dengan usaha dan waktu yang telah kamu investasikan terhadap sesuatu. Pada dasarnya, kita semua ingin melakukan yang terbaik.

Di sisi lain, kritik mempunyai peranan yang sama pentingnya dengan pujian, bahkan mungkin lebih signifikan. Umpan balik yang membangun dapat membantu dirimu berkembang dan membawamu ke tingkat yang mungkin sebelumnya belum pernah dicapai.

Meski memberi dan menerima kritik yang membangun tidaklah mudah, sebab kemampuan menerima kritik dengan baik akan menjadikanmu karyawan, teman, dan anggota tim yang lebih baik. Melansir asana.com, berikut beberapa cara cerdas menerima kritikan yang membangun secara bijaksana.

1. Hindari langsung bereaksi ketika menerima kritikan

Adakalanya kritikan dapat memicu respons buruk, seperti ingin melawan atau bahkan menghindar. Hal ini bisa mengubah situasi yang seharusnya bermanfaat menjadi momen yang penuh ketegangan. Sebelum merespons, cobalah untuk menarik napas dalam-dalam.

Kemudian, kamu perlu menunda keinginan langsung memberi tanggapan atau berdebat. Dengan memberi dirimu waktu untuk merenung, kamu dapat merespons dengan lebih tenang dan konstruktif. Cara ini akan membantu menjaga komunikasi tetap positif dan produktif.

2. Ingat jika kritik yang membangun itu baik

Jika perlu, ingatkan dirimu bahwa kritik yang konstruktif memiliki potensi besar guna membantumu berkembang. Terkadang, kamu mungkin tidak mengharapkan atau tidak siap menerima masukan tersebut, tetapi penting untuk menyadari bahwa kritik ini disampaikan dengan maksud baik dan mengutamakan kepentingan serta pertumbuhanmu.

Dengan cara ini, kamu dapat melihat kritikan sebagai peluang dalam belajar dan meningkatkan diri, daripada menganggapnya sebagai penilaian negatif. Memiliki perspektif ini dapat membantumu menerima kritik dengan lebih terbuka dan memanfaatkannya guna mencapai kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan.

3. Dengarkan dengan tujuan memahami

Ketika seseorang memberikan kritik yang membangun, penting untuk mendengarkan dengan sepenuh hati tanpa langsung merumuskan balasan atau mengembangkan reaksi yang baik terhadap masukan yang diberikan.

Ingatlah bahwa orang tersebut berupaya memberikan kritik dengan niat baik, dengan harapan bisa membantumu lebih berkembang. Maka dari itu, usahakan untuk mendengarkan dengan pikiran yang terbuka, tanpa menghalangi dirimu dengan pemikiran negatif atau reaksi instan.

Dengan pendekatan ini, kamu akan lebih mampu menyerap informasi yang disampaikan dan benar-benar memahami sudut pandang orang lain yang pada akhirnya dapat memperkaya pengalamanmu dan mendukung pertumbuhan pribadimu.

4. Kaitkan kritik dengan peran bukan pribadimu

Saat menerima kritik, kita terkadang merasa bahwa itu bersifat personal, seolah-olah orang lain sedang mengkritik diri kita secara langsung. Akan tetapi, dalam konteks profesional, kritik yang membangun umumnya lebih berfokus pada fungsi atau tanggung jawab mu dalam pekerjaan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore