Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Oktober 2024 | 23.08 WIB

8 Dampak yang Akan Terbawa hingga Dewasa, Jika Anda Tumbuh dengan Orang Tua yang Sering Bertengkar

Ilustrasi anak yang tumbuh dengan orang tua yang sering bertengkar. (Pexels/cottonbro studio) - Image

Ilustrasi anak yang tumbuh dengan orang tua yang sering bertengkar. (Pexels/cottonbro studio)

JawaPos.Com - Konflik dalam keluarga merupakan hal yang tidak bisa dihindari, tetapi bagi anak-anak yang tumbuh dengan orang tua yang sering bertengkar, dampaknya bisa bertahan seumur hidup. 
 
Meskipun pertengkaran antar pasangan adalah hal yang lumrah, lingkungan rumah yang dipenuhi ketegangan emosional dapat meninggalkan bekas psikologis yang mendalam pada anak-anak. 
 
Pola-pola negatif yang dilihat dan dialami semasa kecil ini seringkali memengaruhi cara seseorang memandang hubungan, kepercayaan, dan kesejahteraan emosional mereka di masa dewasa.

Psikolog menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh dengan orang tua yang sering bertengkar cenderung lebih rentan mengalami masalah emosional, kesulitan membangun hubungan yang sehat, dan bahkan mengulangi dinamika yang sama dalam hubungan mereka sendiri. 

Jika Anda pernah merasakan dampak ini atau mengenal seseorang yang mengalaminya, penting untuk menyadari bahwa pola-pola ini bisa diubah. 

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Geediting.com, inilah delapan dampak yang perlu diketahui dan bisa terbawa hingga dewasa akibat pengalaman tersebut. 

1. Lebih Peka terhadap Konflik

Anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang penuh dengan konflik sering kali menjadi lebih peka terhadap tanda-tanda pertengkaran. 

Mereka terbiasa membaca suasana hati orang lain, mencari petunjuk tentang apakah akan ada pertengkaran, dan mencoba menenangkan situasi sebelum hal-hal memanas. 

Ketika mereka dewasa, sensitivitas ini dapat membuat mereka lebih waspada dan selalu siap menghadapi konflik, bahkan ketika tidak ada ancaman nyata.

Kewaspadaan yang berlebihan ini bisa membuat mereka merasa cemas dan tidak nyaman dalam situasi sosial atau pekerjaan di mana ada potensi konflik.

 Mereka mungkin menghindari berdebat atau mengemukakan pendapat yang berbeda demi menghindari ketegangan.

2. Mudah Takut akan Konfrontasi

Karena sering melihat orang tua mereka bertengkar, anak-anak tersebut cenderung mengembangkan ketakutan yang mendalam terhadap konfrontasi. 

Mereka mengaitkan perdebatan dengan rasa sakit emosional dan ketidakstabilan, sehingga mereka lebih cenderung menghindari setiap bentuk perselisihan, bahkan jika itu sebenarnya sehat dan produktif.

Ketakutan ini dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk menetapkan batasan, membela diri, atau menyelesaikan masalah dengan cara yang sehat. 

Akibatnya, mereka mungkin terjebak dalam situasi di mana mereka terus menahan diri dari menyuarakan kebutuhan atau pendapat mereka.

3. Lebih Banyak Memendam Emosi

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore