
Memiliki empati adalah salah satu perilaku orang yang mempunyai banyak pengikut di media sosial (freepik)
JawaPos.com – Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa sebagian orang dengan mudah menarik banyak pengikut di media sosial sementara yang lain kesulitan untuk mendapatkan daya tarik?
Hal ini bukan tentang foto yang menkjubkan atau konten viral namun ada psikologi menarik dibaliknya. Pasalnya orang yang banyak pengikut tidak hanya beruntung namun mereka juga sering menunjukkan perilaku tertentu yang menarik orang lain.
Dan tentunya hal tersebut yang membuat mereka kembali lagi untuk mendapatkan lebih banyak pengikut.
Dalam artikel ini, kita kan membahas tuntas mengenai perilaku orang yang mempunyai banyak pengikut sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Jumat (18/10) sebagai berikut :
1. Mereka terlibat
Keterlibatan ini bukan hanya tentang menanggapi komentar atau pesan. Namun hal ini adalah strategi yang digunakan oleh influencer media sosial yang sukses untuk membangun hubungan dengan pengikut mereka.
Anda akan melihat bahwa influencer dengan jumlah pengikut tinggi tidak hanya mempostin konten dan menghilang. Sebaliknya, mereka meluangkan waktu untuk terlibat dengan audiencenya, menanggapi komentar adan bahkan memulai percakapan.
Mereka membuat pengikutnya merasa dilihat dan dihargai. Menariknya lagi, mereka tidak ragu mengadakan sesi langsung, webinar atau sesi tanya jawab dimana mereka berinteraksi secara langsung dengan audiensnya.
2. Mereka asli atau autentik
Menjadi autentik di media sosial berarti jujur terhadap diri sendiri dan mengekspresikan jati diri Anda yang sebenarnya. Orang-orang dengan jumlah pengikut tinggi memahami pentingnya keaslian dan mewujudkannya dalam kehadiran daring mereka.
Intinya mereka tidak berpura-pura menjadi orang lain. Sebaliknya mereka berbagi pengalaman, pemikiran dan perasaan nyata dengan pengikutnya. Mereka tidak takut menunjukkan kekurangan mereka atau berbagi kegagalan mereka di samping keberhasilan mereka.
3. Mereka mengambil waktu istirahat
Dalam dunia dimana terus-menerus aktif di media sosial tampaknya menjadi norma, namun mereka yang memiliki banyak pengikut justru mengambil waktu istirahat dengan media sosial.
Intinya mereka memahami pentingnya keseimbangan dan perawatan diri. Memutuskan koneksi diri dari media sosial secara teratur membuat mereka untuk mengisi ulang tenaga, mengumpulkan ide-ide baru dan menghindari kejenuhan.
4. Mereka mengakui kesalahan mereka

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
