Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Oktober 2024 | 14.40 WIB

Orang yang Memiliki Banyak Follower di Media Sosial Menunjukkan 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi, Salah Satunya Empati

Memiliki empati adalah salah satu perilaku orang yang mempunyai banyak pengikut di media sosial (freepik) - Image

Memiliki empati adalah salah satu perilaku orang yang mempunyai banyak pengikut di media sosial (freepik)

JawaPos.com – Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa sebagian orang dengan mudah menarik banyak pengikut di media sosial sementara yang lain kesulitan untuk mendapatkan daya tarik?

Hal ini bukan tentang foto yang menkjubkan atau konten viral namun ada psikologi menarik dibaliknya. Pasalnya orang yang banyak pengikut tidak hanya beruntung namun mereka juga sering menunjukkan perilaku tertentu yang menarik orang lain.

Dan tentunya hal tersebut yang membuat mereka kembali lagi untuk mendapatkan lebih banyak pengikut.

Dalam artikel ini, kita kan membahas tuntas mengenai perilaku orang yang mempunyai banyak pengikut sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Jumat (18/10) sebagai berikut :

1. Mereka terlibat

Keterlibatan ini bukan hanya tentang menanggapi komentar atau pesan. Namun hal ini adalah strategi yang digunakan oleh influencer media sosial yang sukses untuk membangun hubungan dengan pengikut mereka.

Anda akan melihat bahwa influencer dengan jumlah pengikut tinggi tidak hanya mempostin konten dan menghilang. Sebaliknya, mereka meluangkan waktu untuk terlibat dengan audiencenya, menanggapi komentar adan bahkan memulai percakapan.

Mereka membuat pengikutnya merasa dilihat dan dihargai. Menariknya lagi, mereka tidak ragu mengadakan sesi langsung, webinar atau sesi tanya jawab dimana mereka berinteraksi secara langsung dengan audiensnya.

2. Mereka asli atau autentik

Menjadi autentik di media sosial berarti jujur terhadap diri sendiri dan mengekspresikan jati diri Anda yang sebenarnya. Orang-orang dengan jumlah pengikut tinggi memahami pentingnya keaslian dan mewujudkannya dalam kehadiran daring mereka.

Intinya mereka tidak berpura-pura menjadi orang lain. Sebaliknya mereka berbagi pengalaman, pemikiran dan perasaan nyata dengan pengikutnya. Mereka tidak takut menunjukkan kekurangan mereka atau berbagi kegagalan mereka di samping keberhasilan mereka.

3. Mereka mengambil waktu istirahat

Dalam dunia dimana terus-menerus aktif di media sosial tampaknya menjadi norma, namun mereka yang memiliki banyak pengikut justru mengambil waktu istirahat dengan media sosial.

Intinya mereka memahami pentingnya keseimbangan dan perawatan diri. Memutuskan koneksi diri dari media sosial secara teratur membuat mereka untuk mengisi ulang tenaga, mengumpulkan ide-ide baru dan menghindari kejenuhan.

4. Mereka mengakui kesalahan mereka

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore