Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juni 2026 | 22.30 WIB

7 Alasan Mengapa Orang-Orang Terpintar Sering Menjelajahi Media Sosial Secara Diam-Diam Tanpa Banyak Berinteraksi Menurut Psikologi

seseorang yang menjelajahi media sosial./Magnific/benzoix - Image

seseorang yang menjelajahi media sosial./Magnific/benzoix

JawaPos.com - Di era digital, banyak orang menganggap bahwa keaktifan di media sosial identik dengan popularitas, keterbukaan, atau bahkan kecerdasan sosial.

Namun, tidak semua individu yang cerdas dan berwawasan luas merasa perlu untuk terus mengunggah cerita, memberikan komentar, atau terlibat dalam berbagai perdebatan daring. Sebaliknya, sebagian orang yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi justru lebih sering menjadi “silent observer” atau pengamat diam.

Mereka tetap aktif mengakses media sosial, tetapi lebih banyak membaca, mengamati, dan menyerap informasi daripada menunjukkan keberadaannya. Dalam psikologi, perilaku ini bukan berarti mereka antisosial atau tidak peduli. Ada sejumlah alasan yang menjelaskan mengapa individu dengan kemampuan berpikir yang tinggi cenderung lebih nyaman berada di balik layar.

Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (14/6), terdapat tujuh alasannya.

1. Mereka Lebih Suka Mengamati daripada Mencari Perhatian

Orang-orang dengan kemampuan berpikir yang baik umumnya memiliki rasa ingin tahu yang besar. Mereka memanfaatkan media sosial sebagai sumber informasi dan sarana memahami perilaku manusia. Daripada sibuk mencari validasi melalui jumlah suka atau komentar, mereka lebih tertarik melihat pola, tren, dan berbagai sudut pandang.

Dalam psikologi, kecenderungan ini berkaitan dengan kemampuan observasi yang tinggi. Mereka lebih memilih memahami sebelum berbicara, sehingga kehadiran mereka sering kali tidak terlalu terlihat.

2. Mereka Tidak Bergantung pada Validasi Eksternal

Banyak pengguna media sosial memperoleh kepuasan dari respons orang lain terhadap unggahan mereka. Namun, individu yang memiliki kepercayaan diri dan kesadaran diri yang baik biasanya tidak terlalu bergantung pada pengakuan tersebut.

Menurut psikologi, orang yang memiliki motivasi intrinsik lebih berfokus pada tujuan pribadi dan kepuasan internal daripada penghargaan dari lingkungan. Karena itu, mereka tidak merasa perlu terus-menerus memperbarui status atau menunjukkan setiap aspek kehidupan mereka kepada publik.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore