Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Oktober 2024 | 03.01 WIB

Hindari Hubungan yang Tidak Sehat, Begini 11 Cara Menyelesaikan Pertengkaran dengan Pasangan

Ilustrasi mengatasi pertengkaran dengan pasangan (pexels) - Image

Ilustrasi mengatasi pertengkaran dengan pasangan (pexels)

JawaPos.com - Setiap pasangan pasti pernah bertengkar, entah itu tentang isu politik yang sedang panas, jadwal membersihkan rumah, atau bahkan hal sederhana seperti memilih menu makan malam.

"Pertengkaran memungkinkan kita untuk menyelesaikan masalah," kata Daryl Appleton, Ed.D., LMC, seorang psikoterapis dan pelatih eksekutif.

"Namun, penting untuk memperhatikan cara kita bertengkar, karena jika dilakukan dengan cara yang tidak sehat, itu bisa menimbulkan masalah lebih besar. Sedangkan dalam hubungan yang sehat, masalah dilihat, diatasi, dan kedua pihak belajar cara baru untuk berkomunikasi."

Untuk memahami konflik dalam hubungan lebih baik, kami bertanya kepada para ahli mengenai beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan pasangan saat bertengkar, serta bagaimana cara memperbaikinya agar dapat berdebat secara sehat dan produktif.

Dari memperbaiki bahasa tubuh hingga lebih sadar akan kata-kata yang digunakan, teknik-teknik ini akan sangat berguna saat terjadi pertengkaran. Pada akhirnya, menerapkan teknik-teknik ini akan membantu membangun hubungan yang lebih kuat berdasarkan kepercayaan, rasa hormat, dan komunikasi yang sehat.

Dilansir dari laman Good Housekeeping, Kamis (17/10), berikut adalah 11 teknik sukses yang digunakan oleh pasangan dalam menyelesaikan pertengkaran menurut para terapis hubungan:

1. Anda bertengkar tentang lebih dari satu masalah sekaligus.

Situasi ini sering terjadi: Anda memulai dengan perbedaan pendapat tentang liburan berikutnya, lalu berakhir dalam pertengkaran tentang kurangnya waktu berkualitas bersama. Kebiasaan ini mencegah Anda dan pasangan menyelesaikan inti dari masalah.

2. Tetap fokus pada satu topik dan bahas masalah lainnya nanti.

“Ketika kita bertengkar, kita harus bertengkar tentang satu hal dalam satu waktu dan tetap pada topik,” kata Dr. Appleton. Cara terbaik untuk memastikan ini terjadi adalah dengan menyadari ketika percakapan mulai melenceng. Jika masalah lain terus muncul, tentukan waktu yang berbeda untuk membahasnya. Setelah menyelesaikan masalah pertama, Anda dapat membahas yang lainnya dalam percakapan terpisah.

3. Anda menggunakan bahasa yang menyalahkan orang lain.

Saat marah atau kesal, mudah untuk menyalahkan dan mengatakan "kamu selalu" atau "kamu tidak pernah" — frasa yang membuat pasangan Anda merasa terpojok. Ini hanya akan mengubah diskusi menjadi permainan menyalahkan, yang tidak produktif.

4. Gunakan pernyataan "Saya" untuk mengekspresikan perasaan Anda.

Alih-alih menggunakan bahasa yang menyalahkan pasangan, ubah percakapan untuk fokus pada dampak perilaku tersebut pada Anda. Misalnya, daripada mengatakan, "Kamu membuatku marah karena kamu tidak mendengarkan," coba katakan, "Saya merasa kesal karena saya tidak merasa didengarkan sekarang."

5. Anda menggunakan istilah yang terlalu general seperti "selalu" dan "tidak pernah."

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore