Ilustrasi- Anak pertama dalam keluarga (lifestylememory-freepik)
JawaPos.com - Menjadi anak pertama dalam sebuah keluarga sering kali membawa peran yang lebih besar daripada sekadar sebagai saudara yang lebih tua. Berdasarkan penelitian psikologi, peran ini tidak hanya melibatkan tanggung jawab tambahan, tetapi juga membentuk pola pikir, perilaku, dan cara pandang hidup mereka.
Seiring waktu, anak pertama akan mengalami serangkaian pengalaman yang unik dan berbeda dari saudara-saudara mereka. Mulai dari tekanan untuk menjadi contoh, hingga tantangan dalam menghadapi favoritisme di keluarga, semua ini membentuk mereka menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab.
Melansir Geediting, berikut ini adalah delapan hal yang pasti dialami dan dipahami anak pertama dalam perjalanan hidup mereka, menurut pandangan psikologi.
1) Tekanan untuk Menjadi Contoh
Anak pertama sering merasa tekanan untuk menjadi teladan bagi adik-adiknya. Mereka merasa harus menunjukkan perilaku yang baik dan bertanggung jawab, sehingga menciptakan beban moral yang tidak ringan. Hal ini bisa mempengaruhi perkembangan kepercayaan diri mereka di masa depan.
2) Harus Menjadi 'Orang Dewasa'
Dari usia muda, anak pertama sering kali diminta untuk mengambil peran sebagai pengasuh atau 'orang dewasa' di rumah. Tanggung jawab ini dapat mengajarkan mereka tentang kepemimpinan dan tanggung jawab, tetapi juga bisa membuat mereka merasa kehilangan masa kanak-kanak.
3) Pengaruh Urutan Kelahiran
Urutan kelahiran memiliki dampak signifikan terhadap kepribadian dan perilaku. Anak pertama cenderung lebih konservatif, ambisius, dan terorganisir dibandingkan dengan adik-adik mereka. Psikologi menunjukkan bahwa hal ini berhubungan dengan harapan dan pengalaman yang mereka hadapi dalam keluarga.
4) Merasakan Kesepian
Anak pertama sering kali merasa kesepian, terutama ketika mereka harus mengatasi situasi yang sulit tanpa dukungan langsung dari adik-adik mereka. Kesepian ini dapat menjadi momen refleksi yang membentuk kemandirian dan kemampuan beradaptasi mereka.
5) Metode Percobaan dan Kesalahan
Dalam proses belajar dan bertumbuh, anak pertama sering menggunakan metode percobaan dan kesalahan. Mereka tidak memiliki contoh langsung dari saudara untuk diikuti, sehingga harus menemukan cara sendiri untuk mengatasi berbagai tantangan. Ini membantu mereka menjadi lebih kreatif dan inovatif.
6) Beban Harapan yang Tinggi

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
