Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Oktober 2024 | 19.29 WIB

Pengabdi Perusahaan Merapat, Ini 7 Cara Berhenti Jadi Workaholic yang Bisa Kamu Terapkan di Kantor!

Ilustrasi workaholic. - Image

Ilustrasi workaholic.

JawaPos.com - Sebagai seorang karyawan, kamu mungkin ingin memberikan segala yang kamu miliki pada perusahaan. Mulai dari kemampuan fisik, intelektualitas, waktu sampai mengorbankan banyak hal.

Hal ini mungkin kamu anggap sepadan dengan fasilitas dan juga hal-hal tidak bernilai yang diberikan oleh perusahaan kepadamu. Sebagai pegawai yang direkrut, kamu bisa jadi memiliki loyalitas yang besar untuk mengabdi.

Hal ini merupakan semangat yang bagus dan patut dijadikan contoh pada karyawan lain. Namun, loyalitas berlebih bisa menyebabkan sikap workaholic yang juga tidak baik bagi dirimu sendiri di masa yang akan datang.

Sebagai seorang workaholic, kamu akan terfokus kehidupanmu dengan pekerjaan. DIluar jam kerja, kamu bisa saja masih berurusan dengan pekerjaan diluar kantor. Kehidupan sehari-harimu juga bisa terganggu dengan pekerjaan.

Sudah terlanjur jauh sebagai seorang workaholic, kamu jadi ingin berhenti dan menerapkan kehidupan work life balance yang baik di kehidupan. DIlansir dari Healthshots dan Zen Habits, berikut ini merupakan 7 cara berhenti jadi workaholic yang bisa kamu terapkan di kantor:

1. Buat Tujuan Pencapaian Realistis

Cara pertama untuk berhenti menjadi seorang yang workaholic di perusahaan adalah dengan membuat tujuan pencapaian yang realistis. Seringkali, seorang pekerja membuat target yang sangat memukau dan hanya memandang satu target itu saja di hidupnya.

Kamu juga bisa jadi mengabaikan apa yang kamu senangi demi mencapai tujuan pencapaian tersebut. Kamu bisa jadi melakukan segala cara demi mendapatkan target itu sampai menyakiti fisik dan mental. Kamu bisa berhenti sejenak dan melihat apakah tujuan yang kamu tentukan terlalu tidak realistis atau masih dalam cakupan kesanggupanmu.

2. Mengutamakan Diri Sendiri

Cara kedua dari berhenti menjadi sosok yang workaholic adalah dengan mengutamakan diri sendiri. Ada banyak hal yang mungkin kamu lewatkan ketika menjadi seorang yang workaholic. Kamu bisa mulai melihat beberapa aktivitas lain yang bisa mengisi waktu luangmu yang dulunya habis karena pekerjaan.

Kamu bisa melihat berbagai jenis olahraga, klub atau hobi lain. Secara sederhana, kamu bahkan bisa mulai memilih film atau acara TV mana yang ingin kamu tonton sejak dulu namun terhambat karena banyaknya pekerjaan yang kamu kejar.

3. Jangan Bekerja Diluar Waktunya

Cara ketiga yang bisa kamu lakukan untuk berhenti jadi sosok yang workaholic adalah dengan tidak bekerja di luar waktunya. Salah satu kebiasaan kerja workaholic yang tidak baik bagi kesehatan, mental dan kehidupan sosial adalah bekerja sampai lembur berhari-hari.

Perusahaan yang baik tentunya tidak akan lembur selama terus menerus apalagi tanpa uang lembur diberikan. Mungkin, ada yang salah dengan delegasi tugas dan manajemen proyek yang berantakan. Kamu bisa mengusulkan sesuatu demi efisiensi pekerjaan atau secara lugas menolak lembur dna langsung pulang begitu jam kerja berakhir.

4. Tidak Mengerjakan Semua Sendiri

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore