
Ilustrasi workaholic.
JawaPos.com - Sebagai seorang karyawan, kamu mungkin ingin memberikan segala yang kamu miliki pada perusahaan. Mulai dari kemampuan fisik, intelektualitas, waktu sampai mengorbankan banyak hal.
Hal ini mungkin kamu anggap sepadan dengan fasilitas dan juga hal-hal tidak bernilai yang diberikan oleh perusahaan kepadamu. Sebagai pegawai yang direkrut, kamu bisa jadi memiliki loyalitas yang besar untuk mengabdi.
Hal ini merupakan semangat yang bagus dan patut dijadikan contoh pada karyawan lain. Namun, loyalitas berlebih bisa menyebabkan sikap workaholic yang juga tidak baik bagi dirimu sendiri di masa yang akan datang.
Sebagai seorang workaholic, kamu akan terfokus kehidupanmu dengan pekerjaan. DIluar jam kerja, kamu bisa saja masih berurusan dengan pekerjaan diluar kantor. Kehidupan sehari-harimu juga bisa terganggu dengan pekerjaan.
Sudah terlanjur jauh sebagai seorang workaholic, kamu jadi ingin berhenti dan menerapkan kehidupan work life balance yang baik di kehidupan. DIlansir dari Healthshots dan Zen Habits, berikut ini merupakan 7 cara berhenti jadi workaholic yang bisa kamu terapkan di kantor:
1. Buat Tujuan Pencapaian Realistis
Cara pertama untuk berhenti menjadi seorang yang workaholic di perusahaan adalah dengan membuat tujuan pencapaian yang realistis. Seringkali, seorang pekerja membuat target yang sangat memukau dan hanya memandang satu target itu saja di hidupnya.
Kamu juga bisa jadi mengabaikan apa yang kamu senangi demi mencapai tujuan pencapaian tersebut. Kamu bisa jadi melakukan segala cara demi mendapatkan target itu sampai menyakiti fisik dan mental. Kamu bisa berhenti sejenak dan melihat apakah tujuan yang kamu tentukan terlalu tidak realistis atau masih dalam cakupan kesanggupanmu.
2. Mengutamakan Diri Sendiri
Cara kedua dari berhenti menjadi sosok yang workaholic adalah dengan mengutamakan diri sendiri. Ada banyak hal yang mungkin kamu lewatkan ketika menjadi seorang yang workaholic. Kamu bisa mulai melihat beberapa aktivitas lain yang bisa mengisi waktu luangmu yang dulunya habis karena pekerjaan.
Kamu bisa melihat berbagai jenis olahraga, klub atau hobi lain. Secara sederhana, kamu bahkan bisa mulai memilih film atau acara TV mana yang ingin kamu tonton sejak dulu namun terhambat karena banyaknya pekerjaan yang kamu kejar.
3. Jangan Bekerja Diluar Waktunya
Cara ketiga yang bisa kamu lakukan untuk berhenti jadi sosok yang workaholic adalah dengan tidak bekerja di luar waktunya. Salah satu kebiasaan kerja workaholic yang tidak baik bagi kesehatan, mental dan kehidupan sosial adalah bekerja sampai lembur berhari-hari.
Perusahaan yang baik tentunya tidak akan lembur selama terus menerus apalagi tanpa uang lembur diberikan. Mungkin, ada yang salah dengan delegasi tugas dan manajemen proyek yang berantakan. Kamu bisa mengusulkan sesuatu demi efisiensi pekerjaan atau secara lugas menolak lembur dna langsung pulang begitu jam kerja berakhir.
4. Tidak Mengerjakan Semua Sendiri

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
