
Public figure yang juga seorang influencer, Nadia Prederica, bersama suami dan kedua putranya dalam konferensi pers Taro Rangers Camp. (IST)
JawaPos.com – Setiap orang tua memang punya cara masing-masing dalam mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi berkarakter tangguh. Namun, harus dipahami, bahwa sebagai orang tua yang baik, juga perlu menimbang pendekatan cara didik yang tepat agar anak tidak merasa digurui atau dipaksakan.
Diungkapkan Public figure yang juga seorang influencer, Nadia Prederica, tantangan sebagai orang tua dalam mendidik anak agar punya budi pekerti dan berkarakter memang tidak mudah. Tapi bisa dilakukan dengan pendekatan pola asuh yang tepat dan punya support system.
Belajar dari pengalamannya membesarkan 2 putra, Nadia selalu berusaha terbuka dengan anak-anaknya. Dalam arti, dia selalu memberikan ruang untuk anak bereksplorasi, melakukan apapun, namun tetap didampingi. Baginya, peran orang tua dalam keseharian sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang suportif dan aman bagi anak-anak mereka.
“Saya tidak menggurui dan merasa paling hebat, saya biarkan anak-anak saya bercerita, melakukan apapun, baru kemudian saya observasi. Apakah yang dilakukan anak saya sudah on track atau belum,” ujar Nadia saar konferensi pers dalam acara Taro Rangers Camp baru-baru ini.
Selain itu, pendekatan pola asuh yang dilakukan Nadia agar anaknya bisa tumbuh menjadi sosok berbudi pekerti dan tangguh adalah dengan sering mengajak travelling seperti hiking. Karena, saat melakukan hiking misalnya, anak-anak akan menghadapi tantangan. Tapi saat itu juga, kita tetap mendampingi mereka untuk menemukan solusi.
“Dengan menguatkan core values pada anak sedari kecil hingga melakukan aktivitas yang mengandung unsur petualangan, mereka belajar menghadapi tantangan dan menemukan solusi bersama,” paparnya.
Sehingga, ungkap Nadia, penting memposisikan peran orang tua maupun keluarganya menjadi tempat untuk bersandar ketika anak mengalami kesulitan. Dengan cara tersebut anak akan lebih terbuka dan percaya terhadap orang tua dan keluarganya.
Dalam kesempatan yang sama, Damar Wahyu Wijayanti selaku Certified Positive Discipline Parent Educator sekaligus co-Founder goodenoughparents.id, belajar sambil berpetualang memang menjadi sarana yang menyenangkan untuk anak. Baginya, menjadi orang tua adalah perjalanan yang penuh tantangan dan tekanan. Karena itu, penting bagi orang tua untuk menekankan pentingnya mindset petualangan dalam parenting.
Damar Wahyu Wijayanti selaku Certified Positive Discipline Parent Educator sekaligus co-Founder goodenoughparents.id. (Nurul Adriyana)
“Di mana orang tua dan anak dapat bersama-sama menghadapi tantangan sehari-hari demi memperkuat bonding antara mereka,” ujar Damar.
Mindset petualangan dalam parenting ini pun coba dilakukan Taro lewat Taro Rangers Camp pada 28-29 September 2024 di Taman Safari, Puncak, Bogor. Sebagai positive discipline coach, diungkapkan Damar, lewat program seperti Taro Rangers Camp, anak-anak didorong untuk keluar dari zona nyaman mereka, menghadapi tantangan, dan belajar mengatasi masalah dengan cara yang menyenangkan.
Tapi, hal yang terpenting, Taro Rangers Camp tidak hanya memberikan pengalaman petualangan, tetapi juga bisa menjadi panutan mereka dalam menerapkan lima nilai dasar yang diusung Taro. Yakni lima nilai dasar yang bisa membantu anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Seperti compassion (kepedulian), integrity (dapat diandalkan), courage (keberanian), resilience (ketangguhan), hingga creativity (kreativitas).
Taro Rangers Camp dirancang untuk menghubungkan anak-anak dengan alam (outdoor-based training) lewat misi mencari harta karun. Lewat misi mencari harta karun, para Rangers -sebutan peserta yang mengikuti Taro Rangers Camp- akan melewati sejumlah tantangan dalam permainan. Peserta berpetualang mencari harta karun dengan 4 elemen alam yakni air, api, udara, dan tanah. Keempat elemen alam tersebut adalah hal penting, bagaimana anak bisa belajar menjaga keseimbangan alam untuk masa depan yang lebih baik.
Riza Arief Rahman, VP- Head of Marketing FKS Food (dua dari kiri) dalam konferensi pers Taro Rangers Camp. (IST)
Dipaparkan Riza Arief Rahman, VP- Head of Marketing FKS Food, dengan tema The Greatest Adventaro, kegiatan Taro Rangers Camp kali ini memang menggabungkan elemen petualangan dan pembelajaran budi pekerti. Guna terus bangkitkan imajinasi anak-anak menjelajah dunia dengan cara yang kreatif dan mendidik, Taro terus berkomitmen pada pembentukan karakter anak Indonesia lewat penggabungan antara petualangan dan pembelajaran.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
