Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Mei 2026 | 03.26 WIB

Jika Anda Sering Mengucapkan “Tolong” dan “Terima Kasih,” Psikologi Mengaitkannya dengan 7 Ciri Karakter yang Kuat Ini

seseorang yang sering mengucapkan tolong dan terima kasih. (Magnific/The Yuri Arcurs Collection) - Image

seseorang yang sering mengucapkan tolong dan terima kasih. (Magnific/The Yuri Arcurs Collection)

JawaPos.com - Di tengah budaya komunikasi yang semakin cepat, banyak orang mulai menganggap kata-kata sederhana seperti “tolong” dan “terima kasih” sebagai formalitas biasa. Padahal, dua ungkapan sederhana ini memiliki dampak psikologis yang jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.

Beberapa orang mengucapkannya secara alami. Mereka terbiasa meminta bantuan dengan sopan, menghargai bantuan sekecil apa pun, dan menjaga nada bicara tetap hangat dalam berbagai situasi. Menariknya, psikologi melihat kebiasaan ini bukan sekadar tata krama sosial, melainkan cerminan dari karakter yang matang dan kuat.

Orang yang rutin mengucapkan “tolong” dan “terima kasih” sering kali memiliki kualitas emosional yang lebih stabil, hubungan sosial yang lebih sehat, serta tingkat kesadaran diri yang lebih tinggi. Mereka tidak hanya membuat orang lain merasa dihargai, tetapi juga menunjukkan kemampuan interpersonal yang kuat.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh ciri karakter kuat yang sering dikaitkan dengan orang-orang yang terbiasa menggunakan kata “tolong” dan “terima kasih” dalam kehidupan sehari-hari.

1. Mereka Memiliki Empati yang Tinggi

Salah satu alasan utama seseorang terbiasa mengucapkan “terima kasih” adalah karena ia benar-benar menyadari usaha orang lain. Dalam psikologi, ini berkaitan erat dengan empati, yaitu kemampuan memahami dan menghargai perasaan serta pengalaman orang lain.

Orang yang empatik tidak menganggap bantuan sebagai sesuatu yang otomatis harus diberikan kepada mereka. Bahkan untuk hal kecil seperti dibukakan pintu, dibuatkan kopi, atau dibantu menyelesaikan pekerjaan sederhana, mereka tetap menunjukkan penghargaan.

Kebiasaan ini mencerminkan bahwa mereka mampu melihat dunia dari sudut pandang orang lain. Mereka memahami bahwa setiap tindakan membutuhkan waktu, energi, dan perhatian.

Empati juga membuat seseorang lebih disukai dalam lingkungan sosial maupun profesional. Orang merasa lebih nyaman berada di dekat individu yang mampu menghargai keberadaan mereka.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore