
seseorang yang sering mengucapkan tolong dan terima kasih. (Magnific/The Yuri Arcurs Collection)
JawaPos.com - Di tengah budaya komunikasi yang semakin cepat, banyak orang mulai menganggap kata-kata sederhana seperti “tolong” dan “terima kasih” sebagai formalitas biasa. Padahal, dua ungkapan sederhana ini memiliki dampak psikologis yang jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.
Beberapa orang mengucapkannya secara alami. Mereka terbiasa meminta bantuan dengan sopan, menghargai bantuan sekecil apa pun, dan menjaga nada bicara tetap hangat dalam berbagai situasi. Menariknya, psikologi melihat kebiasaan ini bukan sekadar tata krama sosial, melainkan cerminan dari karakter yang matang dan kuat.
Orang yang rutin mengucapkan “tolong” dan “terima kasih” sering kali memiliki kualitas emosional yang lebih stabil, hubungan sosial yang lebih sehat, serta tingkat kesadaran diri yang lebih tinggi. Mereka tidak hanya membuat orang lain merasa dihargai, tetapi juga menunjukkan kemampuan interpersonal yang kuat.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh ciri karakter kuat yang sering dikaitkan dengan orang-orang yang terbiasa menggunakan kata “tolong” dan “terima kasih” dalam kehidupan sehari-hari.
1. Mereka Memiliki Empati yang Tinggi
Salah satu alasan utama seseorang terbiasa mengucapkan “terima kasih” adalah karena ia benar-benar menyadari usaha orang lain. Dalam psikologi, ini berkaitan erat dengan empati, yaitu kemampuan memahami dan menghargai perasaan serta pengalaman orang lain.
Orang yang empatik tidak menganggap bantuan sebagai sesuatu yang otomatis harus diberikan kepada mereka. Bahkan untuk hal kecil seperti dibukakan pintu, dibuatkan kopi, atau dibantu menyelesaikan pekerjaan sederhana, mereka tetap menunjukkan penghargaan.
Kebiasaan ini mencerminkan bahwa mereka mampu melihat dunia dari sudut pandang orang lain. Mereka memahami bahwa setiap tindakan membutuhkan waktu, energi, dan perhatian.
Empati juga membuat seseorang lebih disukai dalam lingkungan sosial maupun profesional. Orang merasa lebih nyaman berada di dekat individu yang mampu menghargai keberadaan mereka.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
