Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Oktober 2024 | 16.03 WIB

Jarang Diketahui, Ternyata Silent Treatment Menjadi Salah Instrumen Orang yang Belum Dewasa Secara Emosional

Ilustrasi orang yang melakukan silent treatment. (Pexels) - Image

Ilustrasi orang yang melakukan silent treatment. (Pexels)

JawaPos.com – komunikasi merupakan landasan penting setiap hubungan yang sehat, baik dengan keluarga, teman, maupun pasangan. Komunikasi yang terbuka dan jujur menunjukkan pemahaman, empati, dan kepercayaan.

Dilansir dari medium.com, terdapat perilaku berbahaya yang merusak landasan hubungan yaitu silent treatment. Perilaku ini sering digunakan untuk mengekspresikan sifat agresif secara pasif.

Silent treatment dapat menjadi senjata yang digunakan oleh orang yang belum dewasa secara emosional. Dampak dari silent treatment sendiri dapat menghambat sebuah hubungan menjadi tidak tulus.

Definisi silent treatment

Silent treatment adalah perilaku yang melibatkan pengabaian atau menghindari komunikasi dengan seseorang secara sengaja, perilaku ini membuat orang lain merasa dikucilkan, ditolak, dan terisolasi secara emosional.

Ini merupakan bentuk manipulasi emosional yang digunakan untuk menguasai atau menghukum orang lain tanpa mengungkapkan perasaan secara langsung.

Seseorang yang melakukan silent treatment akan menolak untuk terlibat dalam percakapan, yang sering kali membuat penerimanya bingung dan cemas tentang apa yang memicu perilaku tersebut.

Perilaku yang tidak dewasa secara emosional

Silent treatment adalah tanda yang sangat jelas dari ketidakdewasaan emosional seseorang. Mereka menghindari mengungkapkan perasaan atau kekhawatiran mereka secara langsung, orang seperti mereka menggunakannya silent treatment untuk mengatasi emosi mereka.

Merekaa mungkin tidak memiliki keterampilan komunikasi atau kecerdasan emosional yang diperlukan untuk menghadapi situasi yang menegangkan, ini menyebabkan mereka menghindar untuk berkomunikasi.

Kendali silent treatment

Inti dari perilaku ini adalah tentang kekuasaan dan kendali. Individu yang belum dewasa secara emosional berusaha untuk menunjukkan dominasi atas orang lain dengan menggunakan perilaku manipulatif ini.

Dengan menciptakan situasi dalam keadaan ketidakpastian dan kecemasan akan membuat penerima mengalami tekanan emosional. Mereka akan memperoleh rasa kekuasaan dan kendali atas hubungan tersebut.

Merusak kepercayaan

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore