Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 September 2024 | 18.11 WIB

8 Dampak Psikologis dan Perilaku Jangka Panjang Anak yang Tumbuh Tanpa Kehadiran Sosok Ayah

Ilustrasi seorang ayah yang baik bagi anaknya. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang ayah yang baik bagi anaknya. (Freepik)


JawaPos.Com - Peran ayah dalam kehidupan seorang anak jauh lebih penting daripada yang sering disadari.

Ketidakhadiran ayah dapat menyebabkan berbagai masalah psikologis dan perilaku yang dapat berdampak jangka panjang pada kehidupan anak-anak.

Mulai dari ketidakstabilan emosional hingga masalah identitas dan kesehatan mental, dampak dari absennya peran ayah sangat luas dan mendalam.

Untuk mengatasi kekosongan ini, penting bagi lingkungan keluarga dan masyarakat, memberikan dukungan yang cukup, serta memberikan akses kepada panutan yang positif bagi anak-anak yang tumbuh tanpa ayah.

Sebagaimanan dirangkum dari Child Development Journal, inilah delapan dampak fatal yang sering muncul pada anak-anak yang tumbuh tanpa peran ayah.

1. Masalah Kepercayaan Diri

Salah satu dampak psikologis yang paling umum dialami oleh anak-anak tanpa peran ayah adalah masalah kepercayaan diri.

Ayah sering kali berperan sebagai sosok yang memberikan penguatan positif, memuji pencapaian, dan memberikan dorongan emosional.

Tanpa sosok ayah, anak-anak mungkin merasa kurang yakin dengan kemampuan mereka sendiri.

Peran ayah dalam memberikan dorongan moral sangat penting, terutama ketika anak-anak menghadapi tantangan hidup. Tanpa dukungan ini, mereka bisa merasa tidak cukup baik, bahkan di usia dewasa.

Anak-anak yang tumbuh tanpa ayah cenderung memiliki perasaan tidak aman, yang sering kali muncul dalam bentuk rendahnya rasa percaya diri.

Ini bisa berdampak pada bagaimana mereka berinteraksi dengan teman sebaya, memandang diri mereka di dunia, atau bahkan berprestasi di sekolah dan pekerjaan.

2. Ketidakstabilan Emosional

Ketidakhadiran ayah sering kali menyebabkan anak-anak mengalami ketidakstabilan emosional.

Ayah berfungsi sebagai penyeimbang antara kasih sayang dan disiplin. Tanpa kehadiran figur ini, anak-anak mungkin tidak belajar bagaimana mengelola emosi mereka dengan baik, yang bisa mengarah pada masalah perilaku seperti agresi, kecemasan, atau depresi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore