
Ilustrasi perempuan muda yang terlihat stress karena timbulnya jerawat. (Freepik/vetre)
JawaPos.com – Wajah yang mulus dan bebas jerawat adalah dambaan banyak orang. Namun, bagi sebagian orang, perjuangan melawan jerawat terasa seperti pertempuran tanpa akhir.
Selain faktor hormonal dan genetik, stres juga sering kali dituding sebagai biang keladi di balik masalah kulit ini. Tapi, benarkah demikian?
Penelitian ilmiah telah mengungkap hubungan kompleks antara stres dan jerawat. Dalam artikel ini, Jawa Pos akan mengupas tuntas hubungan dan mekanisme di balik stres dan jerawat.
Kita akan menjelajahi bagaimana stres memengaruhi proses penyembuhan jerawat, produksi minyak di kulit, dan tingkat peradangan. Dengan memahami hubungan ini, Anda akan lebih siap menghadapi jerawat, terutama di saat-saat penuh tekanan.
Bagaimana Stres Memperburuk Jerawat?
Dilansir dari Healthline, Sabtu (28/9), penelitian telah menunjukkan bahwa stres tidak secara langsung menyebabkan jerawat, tetapi dapat memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada. Berikut mekanismenya:
Penyembuhan Luka yang Lebih Lambat: Stres dapat memperlambat penyembuhan luka, termasuk jerawat. Ini berarti jerawat akan bertahan lebih lama dan berpotensi menjadi lebih parah.
Peningkatan Produksi Minyak: Stres dapat meningkatkan produksi hormon kortisol, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit. Minyak berlebih dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.
Peradangan: Stres juga dapat meningkatkan peradangan di seluruh tubuh, termasuk pada kulit. Peradangan ini dapat memperparah jerawat yang sudah ada atau memicu timbulnya jerawat baru.
Tips Mengelola Stres dan Jerawat
Berikut beberapa tips untuk mengelola stres dan mengurangi dampaknya pada jerawat:
Teknik Relaksasi: Latihan pernapasan dalam, meditasi, atau yoga dapat membantu mengurangi stres.
Olahraga Teratur: Olahraga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Tidur yang Cukup: Kurang tidur dapat memperburuk stres dan jerawat. Usahakan untuk tidur 7-8 jam setiap malam.
Pola Makan Sehat: Diet seimbang dengan banyak buah, sayuran, dan biji-bijian dapat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan kulit.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
