
Ilustrasi dalam peran gender tradisional, istri biasanya bertanggung jawab untuk menyiapkan makanan (Freepik)
JawaPos.com – Peran gender tradisional telah membentuk masyarakat dalam berbagai cara. Meskipun terlihat biasa, peran ini memiliki dampak signifikan dan kekurangan yang seringkali terabaikan.
Mari kita jelajahi lebih dalam untuk memahami bagaimana peran ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari.
Peran gender adalah norma dan tanggung jawab yang diharapkan dari individu berdasarkan jenis kelamin mereka.
Ini mencakup perilaku, harapan, dan tugas yang seringkali membentuk interaksi sosial dan pilihan hidup, berpengaruh besar pada dinamika masyarakat secara keseluruhan.
Memahami contoh peran gender tradisional dan kekurangannya penting untuk meningkatkan kesadaran sosial.
Dengan mengenali pola ini, kita dapat mengatasi stereotip yang membatasi, menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, serta mendorong kesetaraan dan keadilan dalam masyarakat modern.
Simak dan ketahui, berikut 11 contoh peran gender tradisional dan kekurangannya dilansir dari laman marriage.com oleh JawaPos.com, Sabtu (28/9):
Peran tradisional menganggap pria sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga. Hal ini berakar dari kebutuhan pertanian yang memerlukan kekuatan fisik.
Misalnya dalam banyak keluarga, suami bekerja di luar rumah untuk mencari nafkah, sementara istri mengurus rumah. Namun, dengan perkembangan teknologi, batasan ini semakin kabur.
Peran wanita sering diasosiasikan dengan tugas-tugas rumah tangga, seperti memasak dan membersihkan. Anggapan ini muncul karena stereotip bahwa perempuan lebih alami dalam mengurus rumah.
Contohnya dalam banyak rumah tangga, istri biasanya bertanggung jawab untuk menyiapkan makanan. Ironisnya, meskipun demikian, banyak chef terkenal adalah pria yang mendominasi industri kuliner.
Peran pria dalam hubungan tradisional adalah sebagai pelindung wanita. Ini termasuk tindakan-tindakan kecil, seperti membukakan pintu atau membawa barang.
Misalnya seorang pria mungkin merasa perlu berjalan di sisi luar trotoar saat berjalan bersama seorang wanita. Stereotip ini menempatkan pria dalam posisi yang diharapkan untuk selalu kuat dan tidak emosional.
Peran gender nontradisional mencakup perempuan yang mengejar karir di bidang teknik, sedangkan laki-laki menjadi guru. Namun, kesenjangan gaji gender masih ada, dengan perempuan sering dibayar lebih rendah.
Sebagai contoh seorang perempuan insinyur mungkin mendapat bayaran yang lebih rendah dibandingkan rekan laki-lakinya meskipun memiliki kualifikasi yang sama. Hal ini menunjukkan perlunya perubahan dalam persepsi masyarakat.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
