Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 September 2024 | 23.44 WIB

Cara Tetap Menjaga Kesabaran di Depan Anak Usia Dini Tanpa Memengaruhi Masa Pertumbuhan dan Perkembangannya

Menjaga kesabaran di depan anak menciptakan keluarga yang harmonis./Pixabay - Image

Menjaga kesabaran di depan anak menciptakan keluarga yang harmonis./Pixabay

JawaPos.com – Masa kanak-kanak usia dini merupakan masa di mana mereka bertumbuh dan berkembang secara pesat.

Mereka mampu merekam berbagai peristiwa hingga emosi yang dirasakan setiap harinya dalam ingatan.

Dalam prosesnya penting untuk orang tua memahami pola asuh anak atau parenting. Pola asuh yang sehat akan berdampak positif pada kemampuan sosial, kecerdasan hingga kontrol emosi pada anak.

Selain pola asuh yang sehat, orang tua juga harus melatih regulasi emosi dengan menjaga kesabaran di depan anak.

Hal tersebut mengingat perkembangan emosi anak pada usia dini juga sangat dipengaruhi oleh cara orang tua memperlakukan anaknya.

Mengutip publikasi dari Ditjen PAUD Dikdasmen bertajuk ‘Pendidikan Orang Tua: Mengelola Emosi Orang Tua dalam Proses Pengasuhan’, pengelolaan emosi yang baik akan menghasilkan anak yang:

Kemampuan berteman yang baik
Kemampuan konsentrasi yang baik
Kemampuan mengelola emosi negatif
Permasalahan perilaku yang sedikit

Dalam situasi tertentu, anak-anak kerap bereaksi berlebihan terhadap suatu hal yang memantik emosi orang tua.

Namun, tidak semua perilaku anak yang dianggap tidak menyenangkan harus direspons secara berlebihan.

Berbagai cara bisa dicoba dan diterapkan untuk tetap menjaga kesabaran di depan anak tanpa memberikan dampak buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan buah hati, salah satunya dengan mengelola emosi.

Berikut cara mengelola emosi secara bijak yang dapat diterapkan dalam pengasuhan anak berdasarkan Ditjen PAUD Dikdasmen, khususnya untuk anak usia dini:

1. Mengenali emosi yang muncul dan penyebabnya

Cara ini membantu orang tua jujur terhadap diri sendiri karena semakin jujur, maka semakin mudah orang tua mengenali emosi dan penyebabnya.

2. Ubah pikiran-pikiran negatif dengan berpikir secara positif

Seringkali orang tua berpikir bahwa ‘mereka tidak bisa menjadi orang tua yang baik’, maka gantilah pikiran tersebut menjadi ‘sedang berusaha menjadi orang tua yang baiik’.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore