
ilustrasi attachment style dalam suatu hubungan. (freepik)
JawaPos.com– Pastinya, kamu sudah tidak asing dengan kata attachment, bukan? Konsep gaya keterikatan ini ternyata sudah lama dipelajari dan mendapat perhatian loh!
Melansir dari website Health Clevel and Clinic, seorang Psikolog klinis Coda Derrig, PhD, mengatakan bahwa konsep keterikatan merupakan salah satu cara pandang yang bisa kita gunakan untuk lebih memahami siapa diri kita dan perilaku yang kita lakukan terhadap orang yang kita cintai.
Masih dari website yang sama, terdapat studi pada 1969 yang memunculkan 4 attachment style atau gaya keterikatan. Dalam penelitian tersebut, bayi dan orang tuanya bermain di sebuah ruangan, lalu orang tua pergi dan dalam beberapa menit kemudian kembali lagi.
Reaksi bayi-bayi tersebut dipantau dan menghasilkan identifikasi sebagai berikut:
Bayi menjadi kesal ketika orang tuanya pergi dan merasa terhibur dengan kembalinya mereka, disebut keterikatan yang aman.
Bayi menjadi sangat kesal ketika orang tuanya pergi dan sulit untuk dihibur ketika mereka kembali, keterikatan yang mengkhawatirkan.
Bayi hampir tidak bereaksi sama sekali – ketika orang tuanya pergi atau kembal, disebut keterikatan penghindaran.
Bayi memiliki reaksi tidak menentu terhadap kepergian atau kepulangan orang tuanya, disebut keterikatan yang tidak terorganisir.
Dilansir dari situs Mind Body Green, seorang konselor kesehatan mental asal New York berpendapat bahwa gaya keterikatan terbentuk pada tahun pertama kehidupan bayi. Namun bukan hanya orang tua saja yang membentuk gaya keterikatan ini.
Hubungan dengan pasangan dan persahabatan juga bisa menjadi faktor gaya keterikatan seseorang bisa terbentuk. Gaya keterikatan inilah yang mempengaruhi cara kita menjalin hubungan dengan orang lain.
Jenis-jenis attachment style
Dari beragam penelitian, akhirnya mengungkap bahwa attachment style dari tiap orang berdampak pada karakteristik dan perilakunya pada kemudian hari. Berikut ini 4 jenis attachment style dilansir dari website Hello Sehat dan Health Clevel and Clinic, antara lain:
Gaya keterikatan ini hasil dari perasaan aman yang diberikan oleh orang tua atau pengasuh semasa kecil. Hal tersebut karena kebutuhan fisik dan emosional mereka dipenuhi secara konsisten.
Secure attachment mengacu pada kemampuan seseorang untuk menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain. Orang dengan gaya keterikatan ini lebih mudah membentuk hubungan jangka panjang karena mereka cenderung memercayai pasangannya serta siap memberi dan menerima dukungan secara emosional.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
