Ilustrasi perempuan yang memiliki kecerdasan emosional (freepik)
JawaPos.com – Kecerdasan emosional bukan hanya tentang memberi label pada perasaan Anda atau berempati dengan orang lain, tetapi tentang memanfaatkan energi emosional itu dan menggunakannya untuk keuntungan Anda.
Orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi memiliki kekuatan yang tenang dan kemampuan untuk tetap tenang bahkan ketika badai emosi menerpa.
Intinya mereka tidak kebal terhadap perasaan tetapi mereka menguasai seni untuk tidak membiarkan perasaan tersebut mengendalikan mereka.
Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai beberapa perilaku yang tidak dilakukan orang yang memiliki kecerdasan emosional sebagaimana dilansir dari laman The Vessel, Jumat (30/8) sebagai berikut:
Kecerdasan emosional melibatkan lebih dari sekadar memahami perasaan Anda atau perasaan orang lain. Artinya mereka tidak membiarkan luapan amarah memacu mereka ke dalam keputusan yang terburu-buru.
Mereka juga tidak membiarkan kesedihan menghalangi mereka. Kemampuan mereka untuk mempertahankan kejernihan meski dilanda gejolak emosi sungguh luar biasa.
Jadi, jika Anda sering kali merasa terombang-ambing oleh emosi maka Anda bisa meniru mereka dan mencari keseimbangan. Sebab menjadi cerdas secara emosional tidak berarti tidak memiliki emosi tetapi lebih kepada mengetahui cara menanganinya secara efektif.
Satu hal yang dipegang orang yang cerdas secara emosional adalah mereka mengutamakan kebutuhan mereka sendiri. Hal ini bukan tentang menjadi egois atau mementingkan diri sendiri. Namun ini tentang memahami bahwa Anda tidak dapat menuangkan sesuatu dari cangkir yang kosong.
Mereka memastikan bahwa dirinya dirawat secara fisik, mental dan emosional sebelum mereka membantu orang lain. Intinya mereka tidak mengabaikan kebutuhan mereka sendiri sebab mereka tahu bahwa perawatan diri bukanlah suatu pemanjaan tetapi suatu kebutuhan.
Orang yang cerdas secara emosional mampu mengungkapkan perasaan mereka, menjernihkan suasana dan melanjutkan hidup dengan lebih baik. Mereka tidak membiarkan kepahitan dan kebencian tertanam lama dalam dirinya.
Mereka memahami bahwa menyimpan dendam hanya akan merugikan mereka dalam jangka panjang. Sehingga mereka memilih kedamaian daripada menjadi benar.
Melepaskan dendam tidak berarti mereka melupakan kejadian atau rasa sakit yang ditimbulkan, tetapi mereka tidak membiarkannya mengaburkan interaksi mereka saat ini atau masa mendatang.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
