Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Agustus 2024 | 02.49 WIB

Jangan Sampai Salah Mengira, Kenali Tanda dan Gejala PTSD yang Sering Terjadi pada Masyarakat Modern

Ilustrasi PTSD akibat trauma masa kecil. (pexels/Kindel Media) - Image

Ilustrasi PTSD akibat trauma masa kecil. (pexels/Kindel Media)

JawaPos.com–Post-Traumatic Stress Disorder atau PTSD adalah gangguan mental yang terjadi setelah mengalami suatu trauma. Trauma memang dapat memengaruhi seseorang dengan cara yang berbeda, tetapi tidak semua orang yang mengalami trauma akan mengembangkan PTSD. 

Secara umum, gejalanya mirip dengan depresi, tetapi PTSD lebih cenderung terjadi karena pengalaman traumatis yang mengganggu secara emosional dan fisik. Selain itu, PTSD juga bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau latar belakang. 

Akan tetapi, sebagaimana dilansir dari Halodoc, tidak ada yang tahu pasti mengapa beberapa orang mengembangkan kelainan ini setelah mengalami trauma, sedangkan yang lain tidak.

Meski begitu, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami gangguan ini. Misalnya riwayat trauma masa kecil, ketidakstabilan mental sebelumnya, dan kurangnya dukungan sosial setelah kejadian traumatis.

Bagaimana Ciri Seseorang yang Mengalami PTSD?

Gejala dari gangguan stres pascatrauma dapat bervariasi antara setiap orang. Penting untuk mengenalinya karena terkadang gejalanya mirip dengan kelainan mental lain, seperti stockholm syndrome

Melalui artikel beda gejala PTSD dengan stochlom syndrome bisa mengetahui perbedaan keduanya. Akan tetapi, umumnya gejala dari gangguan stres pasca trauma terbagi menjadi empat kelompok.

  1. Gangguan pada Ingatan (Intrusive Memory)

Pengidap PTSD sering mengalami ingatan yang mengganggu yang berhubungan dengan kejadian traumatis. Selain itu, mereka mungkin mengalami kilas balik (flashback) yang intens, bahkan dalam mimpi. 

Ingatan yang kuat tentang kejadian traumatis ternyata dapat menyebabkan rasa cemas, ketakutan, rasa bersalah, dan curiga yang berlebihan. Tak hanya itu, gejala ini juga dapat muncul bersama dengan sakit kepala, gemetar, detak jantung yang cepat, dan serangan panik.

  1. Menghindar (Avoidance)

Kemudian, pengidap PTSD cenderung menghindari situasi, tempat, orang, atau aktivitas yang dapat mengingatkan pada kejadian traumatis. Mereka mungkin berusaha untuk tidak memikirkan atau menghindari pembicaraan tentang kejadian tersebut. 

Bahkan, pengidap kelainan kesehatan mental ini juga kerap kali menghindari banyak orang secara umum, menarik diri dari pergaulan, dan merasa kesepian. Tak heran jika pada akhirnya mereka mengalami depresi.

  1. Perubahan cara berpikir

Setelah mengalami trauma, cara berpikir pengidap PTSD dapat berubah dengan cukup signifikan. Mereka sering kali memiliki pola pikir yang negatif terhadap diri sendiri dan orang lain. 

Tidak hanya itu, mereka juga mungkin merasa tidak memiliki masa depan, putus asa, dan mengalami gangguan daya ingat. Hubungan dengan orang sekitar pun bisa terganggu, mengalami kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya menjadi hobi, sulit berpikir positif, dan kehilangan kepekaan emosional.

  1. Perubahan pada reaksi fisik dan emosi

Pengidap PTSD cenderung lebih mudah terkejut atau takut. Inilah sebabnya, mereka selalu waspada dan curiga secara berlebihan.

Selain itu, mereka mungkin mengalami perubahan reaksi fisik dan emosi, seperti kecenderungan untuk melakukan perilaku yang membahayakan kesehatan. Ini termasuk penyalahgunaan alkohol, kesulitan tidur, kesulitan berkonsentrasi, mudah marah, dan sering merasa malu dan bersalah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore