Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Agustus 2024 | 21.21 WIB

Menurut Psikologi, Inilah 5 Cara Orang Tua Menanamkan Rasa Tanggung Jawab ada Anak, Salah Satunya Tangani Situasi dengan Tenang

Potret orang tua dan anak. - Image

Potret orang tua dan anak.

JawaPos.com - Perilaku kasih sayang orang tua pada anak sangat beragam, ada yang memanjakan, mendidiknya dengan keras, mengekang, dan sebagainya.

Setiap orang tua akan rela melakukan apapun demi kebahagiaan anak, mulai dari harta, nyawa, tenaga, keringat, pikiran, dan seluruh yang ada ditubuhnya akan mereka korbankan.

Namun, seringkali bahasa kasih sayang orang tua pada anak ini menjadikannya sosok manja dan tidak mandiri. Sehingga dia akan mengalami kesulitan saat beranjak dewasa, semuanya akan bergantung pada ayah dan ibunya.

Tidak salah jika orang tua memenuhi semua kebutuhan anak, tapi perlu kita tahu bahwa nantinya mereka akan mengemban tanggung jawab, entah sebagai pekerja, pemimpin, dan sebagai suami atau istri.

Mengutip dari laman NU Online, menurut psikologi, inilah 5 cara orang tua menanamkan rasa tanggung jawab pada anak :

1. Tangani Situasi dengan Tenang

Ketika melihat anak merusak barang orang lain, sebagai orang tua tidak perlu panik berlebihan. Sebaiknya tenangkan dulu sebelum akhirnya berbicara dengannya untuk mengatasi masalah ini.

2. Dorong untuk Berkata Jujur

Untuk mendorong anak berkata jujur, ciptakan ruang terbuka ketika ia ingin menyampaikannya tanpa penghakiman apapun. Setelah itu, apresiasi kejujurannya dan tekankan bahwa kesalahan itu bagian dari pembelajaran.

3. Ajarkan Empati

Bantu anak untuk memahami bahwa tindakannya bisa mempengaruhi orang lain. Cara membantunya bisa melalui berdiskusi tentang perasaan teman yang dirusak mainannya dengan membandingkan perasaannya ketika diperlakukan yang sama.

4. Minta Maaf dan Akui Kesalahan

Mengajarkan anak untuk bersungguh-sungguh meminta maaf kepada temannya atas tingkah laku atau kerusakan yang terjadi. Yakni dengan cara mendorong mereka menggunakan kalimat seperti: "Maafkan aku ya, karena telah merusak mainanmu. Aku tidak bermaksud seperti itu."

5. Ajarkan Pemecahan Masalah

Membimbing anak untuk mengatasi masalah tanpa menyebabkan kerusakan yang berbahaya, dorong mereka untuk memikirkan konsekuensi ketika melakukan sesuatu diluar nalar dan tak masuk akal.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore