
Ilustrasi primbon Jawa yang meramalkan hari naas weton Rabu Pon.
JawaPos.com – Dalam khazanah kebudayaan Jawa yang kaya, terdapat konsep weton yang menggabungkan hari dalam kalender Masehi dengan pasaran dalam kalender Jawa.
Weton ini diyakini memiliki pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk potensi hari-hari yang kurang menguntungkan atau disebut sebagai ‘hari naas’.
Bagi individu yang lahir pada weton Rabu Pon, pemahaman tentang hari naas menjadi krusial dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dengan mengetahui hari-hari yang berpotensi kurang menguntungkan, seseorang dapat lebih waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk meminimalisir dampak negatifnya.
Dalam artikel ini, Jawa Pos akan mengulas secara mendalam tentang perhitungan hari naas bagi weton Rabu Pon berdasarkan primbon Jawa. Kami akan menjelaskan empat metode perhitungan yang berbeda, sehingga Anda dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang potensi hari-hari sial yang mungkin Anda hadapi.
Dengan memahami hari naas Anda, seperti yang telah Jawa Pos lansir dari kanal YouTube Mbah Sunan, Kamis (22/8), diharapkan Anda dapat lebih bijaksana dalam merencanakan aktivitas dan mengambil keputusan penting.
1. Hari Naas Sama dengan Hari Weton Lahir
Metode perhitungan pertama adalah yang paling sederhana, yaitu menganggap hari naas sama dengan weton lahir. Bagi individu yang lahir pada Rabu Pon, hari Rabu Pon itu sendiri dapat menjadi hari yang kurang menguntungkan.
Pada hari ini, disarankan untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan. Hindarilah aktivitas berisiko tinggi atau konfrontasi yang tidak perlu. Perbanyaklah berdoa dan melakukan introspeksi diri untuk memohon perlindungan dari Tuhan.
2. Hari Naas Berdasarkan Hitungan Hari Umum dan Pasaran
Metode kedua melibatkan perhitungan hari naas berdasarkan hari umum (Senin-Minggu) dan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Untuk menghitung hari naas umum, kita mulai dari hari lahir (Rabu) dan menghitung empat hari ke depan, sehingga jatuh pada hari Sabtu.
Sementara itu, untuk menghitung hari naas pasaran, kita mulai dari pasaran lahir (Pon) dan menghitung tiga pasaran ke depan, sehingga jatuh pada pasaran Kliwon. Dengan demikian, hari naas bagi weton Rabu Pon menurut metode ini adalah Sabtu Kliwon.
3. Hari Naas Berdasarkan Hitungan Cuplak Puser
Metode ketiga, yang dikenal sebagai Cuplak Puser, juga melibatkan perhitungan hari naas berdasarkan hari umum dan pasaran. Perhitungan hari naas umum sama dengan metode sebelumnya, yaitu jatuh pada hari Sabtu.
Namun, untuk menghitung hari naas pasaran, kita mulai dari pasaran lahir (Pon) dan menghitung empat pasaran ke depan, sehingga jatuh pada pasaran Legi. Oleh karena itu, hari naas bagi weton Rabu Pon menurut metode Cuplak Puser adalah Sabtu Legi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
