ILUSTRASI: Orang egois. (Pexels/Yan Krukau)
JawaPos.com - Sebagai individu, kita semua menginginkan rasa hormat, pengertian, dan kepedulian yang tulus dari orang-orang yang berinteraksi dengan kita. Sayangnya, elemen-elemen ini tidak ada ketika berhadapan dengan orang yang sangat egois.
Individu yang sangat egois memiliki kemampuan untuk memanipulasi orang-orang di sekitar mereka, sering kali secara halus dan tanpa disadari. Orang-orang ini dapat mengeksploitasi kepercayaan kita, memanipulasi emosi kita, atau memanfaatkan kita untuk keuntungan mereka sendiri tanpa mempedulikan perasaan atau kesejahteraan kita.
Dalam hubungan, pertemanan, atau bahkan di tempat kerja, taktik manipulatif ini dapat mengikis rasa percaya diri kita dan membuat kita mempertanyakan harga diri kita. Perilaku ini biasanya terus-menerus dan meningkat secara halus dari waktu ke waktu.
Untuk membantu anda mengenali sifat-sifat beracun ini dan melindungi diri anda sendiri, saya akan membagikan tiga taktik manipulasi yang umum digunakan oleh orang-orang yang sangat egois. Berikut 3 taktiknya, dikutip dari ideapod;
1) Mereka merasa bersalah
Hal ini tidak selalu terlihat jelas, dan sering kali merayap perlahan-lahan dari waktu ke waktu. Anda mungkin mendapati diri anda terus-menerus merasa bersalah, bahkan untuk hal-hal yang bukan kesalahan anda. Mereka mungkin membuat anda merasa bertanggung jawab atas ketidakbahagiaan atau kegagalan mereka, atau secara halus menyiratkan bahwa anda adalah penyebab ketidakpuasan mereka.
Misalnya, mereka mungkin berkomentar seperti “Saya tidak akan gagal jika kamu lebih mendukung saya,” atau “Saya tidak bahagia karena kamu selalu sibuk.” Pernyataan-pernyataan ini dirancang untuk membuat anda merasa bersalah dan berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Dalam beberapa kasus, mereka bahkan mungkin memainkan kartu korban untuk membuat anda merasa bersalah, karena tidak memenuhi tuntutan mereka yang tidak masuk akal. Mereka ahli dalam membuat anda merasa melakukan kesalahan, bahkan ketika anda tidak melakukan kesalahan apa pun.
2) Mereka mengompor-ngompori
Ini adalah bentuk manipulasi psikologis di mana manipulator menciptakan keraguan dalam pikiran anda, membuat anda mempertanyakan ingatan, persepsi, atau kewarasan anda sendiri.
Misalnya, mereka mungkin menyangkal bahwa peristiwa tertentu pernah terjadi, atau bersikeras bahwa anda salah mengingat sesuatu. “Saya tidak pernah mengatakan hal itu,” atau ‘Kamu terlalu berlebihan,’ adalah frasa umum yang mungkin mereka gunakan.
Seiring waktu, hal ini dapat membuat anda meragukan pikiran dan penilaian anda sendiri. Anda mungkin mulai berpikir bahwa anda pelupa, terlalu sensitif, atau bahkan gila.
Ini adalah taktik yang sangat efektif yang dapat membuat anda merasa bingung dan bingung, sehingga lebih mudah bagi si manipulator untuk mengendalikan dan mengeksploitasi anda.
3) Mereka terlalu murah hati

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
