Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Agustus 2024 | 19.14 WIB

Sering Terlihat Bahagia dengan Kesendiriannya, Bisakah Seorang Introvert Merasa Kesepian?

ilustrasi introvert. - Image

ilustrasi introvert.

JawaPos.comIntrovert seringkali dikenal sebagai pribadi yang menyukai kesendirian. Dengan begitu, banyak yang mengira bahwa introvert tidak bisa merasa kesepian.

Bahkan seorang introvert pun terkadang sedikit tidak mempercayai ketika dirinya kesepian. Hal tersebut karena kesepian bukanlah kata yang cocok dengan introversi.

Namun, bisakah kenyamanannya dengan kesendirian tersebut, malah membawa seorang introvert pada rasa kesepian?

Kesepian sendiri adalah hal yang wajar dialami oleh semua kepribadian, baik introvert maupun ekstrovert. Karena sebagai makhluk sosial, kita tentu tetap membutuhkan koneksi dengan orang lain.

Mengutip dari website supportiv.com, kesepian sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya pergaulan, melainkan kurangnya kualitas pergaulan.

Perbedaan preferensi pergaulan atau gaya hubungan inilah yang terkadang mempersulit introvert untuk mendapat koneksi sebanyak yang dibutuhkan.

Dilansir dari Introvert Dear, dalam hal bersosialisasi, seorang ekstrovert cenderung lebih menyukai hal yg luas daripada mendalam. Sebaliknya, introvert lebih menyukai tipe hubungan yang dalam daripada luas.

Jadi saat seorang introvert mengatakan dirinya kesepian, menemui banyak teman atau pergi ke tempat yang ramai belum tentu menjadi solusi yang dibutuhkan. Seringkali kesepian yang dirasakan oleh introvert tersebut dapat diobati dengan kehadiran teman yang “mengerti”.

Hal tersebut juga dibahas oleh Emily White, penulis buku Lonely: A Memoir, pada podcast "All In The Mind" yang tayang di Australia. Emily White mengatakan bahwa jika introvert merasa kesepian, bisa jadi karena mereka menetapkan standar persahabatan yang tinggi.

Jadi ketika tidak dapat menemukan hubungan yang dalam, seorang introvert cenderung memilih untuk menyendiri. Terjebak dalam lingkaran kesendirian dengan 2 pilihan yaitu bersosialisasi dan memiliki hubungan secara dangkal, atau tidak sama sekali.

Padahal secara realistis, bagaimana kita bisa menjalin hubungan yang dalam jika kita tidak mencoba mengawali hubungan itu sendiri? Terlalu seringnya seorang introvert menarik diri dari interaksi sosial, membuat interaksi sosial tersebut terasa semakin menakutkan dan membuat cemas.

Melansir dari supportiv.com, hal tersebut seringkali diakibatkan karena merasa sulit diterima oleh orang lain. Perasaan takut dihakimi atau ditolak bisa menjadi salah satu alasan terkurasnya energi seorang introvert dalam suatu interaksi sosial.

Introvert bisa terlihat sangat bahagia ketika sendirian, dan kesepian di tengah keramaian. Namun nyatanya tidak selalu seperti itu.

Sebuah studi mendalam tentang kesepian dari UCLA mengungkapkan bahwa isolasi jangka panjang akan bisa mengakibatkan kesepian, bahkan untuk seorang introvert sekalipun.

Selain itu, penelitian ini mengungkapkan tren kesepian dalam keluarga, yang menunjukkan bahwa tanpa contoh bagaimana berinteraksi dengan orang lain, beberapa orang mungkin menjadi korban siklus kesepian antargenerasi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore