Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Agustus 2024 | 17.02 WIB

Penggunaan Filter Berlebihan, Orang yang Terlalu Asyik dengan Citra Media Sosial Biasanya Menampilkan 5 Perilaku Ini

Ilustrasi perempuan yang terlalu asyik dengan citra media sosial (freepik) - Image

Ilustrasi perempuan yang terlalu asyik dengan citra media sosial (freepik)

JawaPos.com – Di era digital saat ini, sangat mudah untuk terjebak dalam dunia like, share, dan retweet.

Bahkan ketika kita terbiasa memposting opini acak atau foto lucu lalu merasa cemas saat tidak ada yang bereaksi.

Media sosial benar-benar pedang bermata dua bukan? Artinya di satu sisi, media sosial sangat bagus untuk terhubung dengan teman dan orang asing yang memiliki pemikiran yang sama.

Namun, di sisi lain, ia memiliki kekuatan untuk mengubah kita semua menjadi makhluk yang terobsesi pada citra.

Banyak orang tidak memahami waktu minta yang sehat terhadap media sosial sudah berubah menjadi obsesi terhadap citra daring seseorang.

Sering kali tanpa menyadarinya, banyak orang terjebak dalam pola perilaku yang didorong oleh keinginan untuk menciptakan pesona yang sempurna untuk dunia digital.

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai beberapa perilaku orang yang terlalu asyik dengan citra media sosial sebagaimana dilansir dari laman The Expert Editor, Jumat (9/8) sebagai berikut :

1. Terobsesi dengan like dan komentar

Salah satu perilaku orang yang terlalu asyik dengan citra media sosial adalah terobsesi dengan like dan komentar.

Artinya Anda kerap mendapati diri Anda berulang kali, memeriksa ponsel, mencari notifikasi tentang like, share, komentar atau retweet baru.

Bagi orang-orang yang terlalu sibuk dengan citra media sosial mereka, kuantitas like dan komentar menjadi ukuran harga diri mereka dan validasi yang mereka cari.

Jika merasa cemas atau kecewa saat tepuk tangan virtual tidak sekeras yang Anda harapkan maka pertanda harga diri Anda sangat erat kaitannya dengan citra media sosial Anda.

2. Mengalami FOMO

FOMO atau takut ketinggalan adalah fenomena yang semakin umum di era media sosial. Hal ini didorong oleh paparan terus-menerus terhadap cuplikan kehidupan orang lain yang dilihat.

Mulai dari menyoroti kesuksesan, kegembiraan dan petualangan yang intinya melukiskan gambaran yang tidak sepenuhnya realitis.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore