Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Agustus 2024 | 01.45 WIB

Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Mental, Nomor 2 Disebut Paling Bahaya

Ilustrasi media sosial. (Freepik) - Image

Ilustrasi media sosial. (Freepik)

JawaPos.com - Tanpa disadari, kesehatan mental adalah aspek krusial dari kesejahteraan keseluruhan yang sering terabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak kebiasaan buruk yang berdampak negatif secara signifikan pada kesehatan mental.

Ahli Psikologi Klinis dari Universitas Indonesia, dr. Maya Sari menguraikan sejumlah wawasan mendalam tentang kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan mental,

1. Pola tidur tidak teratur

Dokter Maya Sari menekankan pentingnya pola tidur yang konsisten untuk kesehatan mental. "Pola tidur yang tidak teratur, seperti begadang atau tidur larut malam secara konsisten, dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Hal ini berpotensi menyebabkan gangguan mood, kecemasan, dan depresi," ungkapnya.

Selain itu, kualitas tidur yang buruk dapat mengurangi kemampuan otak untuk berfungsi secara optimal, serta memengaruhi kestabilan emosi dan konsentrasi.

2. Konsumsi media sosial yang berlebihan

Menurut dr. Sari, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan mental. Meski begitu, banyak orang yang belum menyadari dan cenderung mengabaikan. Padahal, konsumsi media sosial yang berlebihan sangat berbahaya bagi Kesehatan mental kita.

"Melihat konten negatif atau membandingkan diri dengan orang lain di media sosial dapat menyebabkan perasaan tidak cukup baik, rendah diri, dan kecemasan. Ini sering kali memperburuk gangguan mood dan dapat memicu depresi," ujar dr. Sari.

Untuk itu, mengatur waktu yang dihabiskan di media sosial dan memilih konten yang positif bisa membantu mengurangi dampak negatif ini.

3. Kurangnya Aktivitas Fisik

Dokter Sari juga menggarisbawahi pentingnya aktivitas fisik untuk kesehatan mental. Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Aktivitas fisik melepaskan endorfin yang berfungsi sebagai penghilang stres alami, dan tanpa itu, seseorang mungkin merasa lebih mudah stres dan cemas. Maka penting untuk mengintegrasikan olahraga teratur dalam rutinitas sehari-hari untuk menjaga keseimbangan emosi dan mental.

4. Pola makan tidak sehat

Pola makan yang tidak sehat juga berkontribusi pada masalah kesehatan mental. "Konsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh dapat mempengaruhi keseimbangan kimia otak, yang pada gilirannya dapat menyebabkan gangguan mood dan penurunan energi," ungkap dr. Sari. Diet yang seimbang dengan nutrisi yang baik, seperti vitamin dan mineral, dapat mendukung kesehatan mental yang lebih baik.

5. Kurang Me Time

Kebiasaan buruk lainnya adalah kurangnya waktu untuk diri sendiri dan pengabaian kegiatan yang menyenangkan. "Banyak orang terjebak dalam rutinitas sehari-hari yang padat dan tidak menyediakan waktu untuk diri mereka sendiri. Ini dapat menyebabkan kelelahan emosional dan mengurangi kepuasan hidup," kata dr. Sari.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore