
Ilustrasi berteman ketika dewasa. (Pexels)
JawaPos.com - Tumbuh dewasa merupakan suatu hal yang mungkin diimpikan ketika masih masa kanak-kanak. Bagaimana menjadi seseorang yang mandiri dan dapat menyelesaikan semua masalah sendiri.
Menjadi dewasa tampaknya menyenangkan karena bebas melakukan apa saja yang diinginkan. Tidak ada tuntutan orang tua, uang saku yang dibatasi dan sejauh mana mimpi bisa membawa seseorang pergi.
Namun, ada satu hal yang mungkin kamu luput pikirkan ketika beranjak dewasa, yakni perubahan terhadap relasi atau hubungan yang kamu miliki saat ini.
Ketika kamu beranjak dewasa, memulai pertemanan tidak semudah mengajak jabat tangan ketika sekolah dasar. Begitu juga dengan mempertahankan hubungan pertemanan yang selalu ada hambatannya.
Sebelum beranjak dewasa, kamu mungkin ingin tahu mengapa mendapatkan teman baru saat dewasa adalah hal yang menyulitkan.
Dikutip dari LinkedIn dan Psychology Today, berikut ini 6 alasan mengapa kamu sulit mendapatkan teman baru saat dewasa.
Baca Juga: Anak yang Tumbuh dengan Orang Tua yang Suka Mengontrol Punya 8 Tanda Ini Saat Dewasa, Apa Saja?
1. Kepribadian yang Tertutup
Alasan pertama mengapa seseorang bisa sulit mendapat teman baru ketika dewasa adalah kepribadian yang tertutup. Terkadang ada beberapa orang meski kamu tahu namanya namun tidak tahu kesukaan atau cerita hidupnya.
Kepribadian yang tertutup ini biasanya jadi halangan untuk menjalin pertemanan baru. Orang dengan kepribadian tertutup bisa jadi malu, sulit memulai percakapan dan tidak bisa terbuka dalam berbicara dengan orang lain.
2. Tidak Semua Orang Tertarik
Alasan selanjutnya adalah tidak semua orang membangun relasi dengan sebuah pertemanan baru. Kadang, seseorang sudah merasa cukup dengan sahabat sejak SMA atau teman akrab di perkuliahan.
Selain itu, mereka bisa jadi hanya menganggap orang di sekitar sebagai kenalan biasa. Perasaan bahwa mereka cukup dengan orang lama bisa membuat mereka menolak atau terlalu malas keluar dari zona nyaman.
3. Adanya Ketidakcocokan

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
