Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Agustus 2024 | 12.35 WIB

3 Alasan Orang Tak Menikah hingga Lansia, Apakah Benar Salah Satunya Mencintai Kebebasan?

Ilustrasi lansia yang merasa kesepian di masa tua. (Freepik) - Image

Ilustrasi lansia yang merasa kesepian di masa tua. (Freepik)

JawaPos.com - Menikah maupun melajang sebetulnya adalah pilihan masing-masing orang. Ya, kebanyakan memang memutuskan menikah. Namun, bagaimana dengan orang yang memutuskan melajang hingga lanjut usia? 

Orang-orang yang memutuskan tak menikah hingga lansia biasanya memiliki alasan yang kuat.  Menurut psikologi, orang yang memutuskan melajang hingga lansia memiliki paham tersendiri terhadap pernikahan dan kesendirian. Hal ini berbeda dengan kebanyakan orang.

Mereka yang tak menikah hingga lansia biasanya memiliki pertimbangan manfaat yang lebih besar melajang dibanding menikah. Untuk lebih memahaminya, berikut adalah 3 alasan umum orang tak menikah hingga lansia, dikutip dari Power of Positivity, Rabu (7/8).
 
 
1. Menikmati Lebih Banyak Kebebasan Pribadi
 
Daya tarik kebebasan pribadi tidak dapat disangkal. Tanpa tanggung jawab dan kompromi yang sering menyertai sebuah hubungan, banyak lajang yang lebih tua menemukan rasa kemandirian yang baru. 
 
Ada kebebasan tertentu dalam mengatur jadwal seseorang. Itu mungkin berarti liburan akhir pekan yang spontan atau malam yang tenang dengan sebuah buku. 
 
Kebebasan ini meluas ke pilihan sehari-hari, dari apa yang akan dimasak untuk makan malam hingga acara mana yang akan ditonton selanjutnya. Itu adalah kegembiraan hidup tanpa penyesalan dan tanpa hambatan sesuai dengan ketentuan sendiri yang membuat orang memutuskan tak menikah hingga lansia.
 
2. Kemandirian Finansial
 
Kemandirian finansial adalah alasan lain yang menarik dari orang yang memutuskan tak menikah hingga lansia. Mengelola keuangan tanpa perlu konsultasi atau kompromi dapat memberdayakan sekaligus efisien. Bagi sebagian orang, ini berarti berfoya-foya pada proyek yang digemari atau liburan impian. 
 
Bagi yang lain, ketenangan pikiran datang dari mengetahui bahwa mereka sepenuhnya mengendalikan tabungan dan investasi mereka. Tanpa kerumitan keputusan keuangan bersama, banyak yang merasa lebih mudah untuk menetapkan dan mencapai tujuan keuangan mereka.
 
3. Penemuan Diri dan Pertumbuhan Pribadi
 
Bagi orang yang memutuskan tak menikah hingga lansia, salah satu manfaat paling mendalam dari melajang adalah kesempatan untuk menemukan jati diri. 
 
Dengan lebih sedikit kewajiban eksternal, ada waktu dan ruang untuk mendalami minat pribadi, baik seni, musik, perjalanan, atau bahkan pendidikan baru. Ini adalah waktu untuk introspeksi, merenungkan perjalanan, dan membayangkan jalan ke depan. 
 
Pertumbuhan pribadi tidak berakhir seiring bertambahnya usia. Bagi banyak lajang yang berusia lanjut, periode ini menjadi masa kebangkitan, masa untuk menemukan kembali jati diri dan mendefinisikan ulang aspirasi mereka.
 
Intinya, memilih hidup melajang di akhir hayat bukan berarti melepaskan cinta atau persahabatan. 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore