Ilustrasi: zodiak pria yang diprediksi akan menghadapi cobaan tak disangka-sangka setelah kariernya melejit. (Freepik)
JawaPos.com - Ada garis tipis antara umpan balik yang membangun dan kritik yang terus-menerus. Garis ini sering dikaburkan oleh individu yang cepat mengkritik orang lain. Mereka adalah orang-orang yang selalu mencari-cari kesalahan dan jarang memberikan pujian.
Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa mereka berperilaku seperti ini? Apa yang mendorong mereka untuk selalu mengkritik? Hal ini sering kali bermuara pada ciri-ciri kepribadian tertentu.
Tapi jangan salah paham. Berusaha untuk menjadi yang terbaik bukanlah hal yang buruk. Namun, ketika hal ini berubah menjadi kebiasaan mengkritik, maka hal ini bisa menjadi masalah.
Orang yang perfeksionis menemukan kenyamanan dalam keteraturan dan ketepatan, dan penyimpangan dari keteraturan ini dapat menyebabkan mereka merasa tidak nyaman atau bahkan tertekan.
Memahami sifat kepribadian ini mungkin tidak membuat kritik mereka lebih mudah diterima, tetapi dapat membantu kita merespons dengan lebih empati dan sabar. Dikutip dari hackspirit, berikut ciri-ciri orang yang gemar mengkritik orang lain;
2) Rasa tidak aman
Saya secara pribadi telah melihat sifat ini dalam tindakan. Saya pernah bekerja dengan seorang rekan kerja yang selalu cepat menunjukkan kekurangan dalam pekerjaan orang lain. Awalnya saya merasa hal ini cukup menjengkelkan, sampai saya menyadari bahwa kritik yang tak henti-hentinya ini berasal dari rasa tidak amannya.
Dia sering merasa tidak mampu dan takut orang lain akan melihatnya dengan cara yang sama. Untuk mengatasi hal ini, dia akan menyoroti kesalahan orang lain, untuk mengalihkan fokus dari dirinya sendiri.
Individu yang merasa tidak aman dapat menggunakan kritik sebagai mekanisme pertahanan, sebuah cara untuk merasa lebih baik tentang kekurangan yang mereka rasakan.
3) Tingkat kecemasan yang tinggi
Individu yang cepat mengkritik orang lain sering kali mengalami tingkat kecemasan yang tinggi. Menurut American Psychological Association, orang dengan kecemasan tinggi lebih cenderung menafsirkan situasi yang ambigu sebagai ancaman, yang dapat menyebabkan mereka lebih rentan terhadap pikiran negatif dan kritik.
Kecemasan dapat membuat orang menjadi sangat waspada terhadap potensi masalah atau ancaman, menyebabkan mereka menjadi terlalu kritis. Pengawasan yang terus menerus terhadap orang lain ini dapat menjadi upaya yang salah arah untuk mengidentifikasi dan mengelola ancaman yang dirasakan.
4) Kebutuhan akan kontrol
Beberapa orang merasa bahwa satu-satunya cara untuk menjaga ketertiban di dunia mereka adalah dengan mengendalikan orang-orang dan keadaan di sekitar mereka. Mengkritik orang lain adalah salah satu cara mereka melakukan kontrol ini. Dengan menunjukkan kelemahan atau kesalahan, mereka menciptakan dinamika di mana mereka memegang kekuasaan yang dirasakan.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
