
Ilustrasi warganet sedang komentar di media sosial. (unsplash.com/dlxmedia.hu)
JawaPos.com - Semakin majunya perkembangan teknologi saat ini, banyak warganet yang bebas mengakses media sosial baik dengan orang yang dikenal maupun tidak dikenal.
Mulai dari akun media sosial politik, artis, serta public figure yang mudah sekali diakses, turut memudahkan warganet menuliskan berbagai komentar, mulai dari positif maupun negatif.
Kebebasan warganet untuk berekspresi di media sosial menjadi penyebab seseorang untuk tidak takut meninggalkan beberapa ujaran kebencian atau komentar negatif di suatu postingan berita atau keseharian selebriti.
Mengutip dari laman Egsa UGM, Safira dalam tulisannya "Budaya Berkomentar Warganet di Media Sosial: Ujaran Kebencian Sebagai Sebuah Tren" bahwa banyak warganet yang melemparkan hujatan, cacian, hinaan, bahkan kutukan dengan berkedok kritik.
Namun sayangnya, hal yang disebut kritik itu sudah tidak dianggap membangun tapi mengarah ke penghinaan dan tidak dapat ditoleransi.
Selain itu komentar negatif atau ujaran kebencian juga bersifat menular dan membuat orang lain "ikut-ikutan" menghujat tanpa mengetahui jelas inti permasalahannya.
Baca Juga: Pria yang Terlihat Bahagia di Media Sosial, tetapi Sangat Kesepian di Dunia Nyata Sering Menampilkan 7 Perilaku Ini
Sementara melansir dari laman Desa Batu Menyan, berikut 4 etika berkomentar yang baik untuk diperhatikan supaya tidak memicu ujaran kebencian.
1. Gunakan Bahasa yang Baik dan Sopan
Mulai komentar dengan salam dan terima kasih, tuliskan kata-kata yang sopan sehingga menciptakan lingkunga media sosial yang tentram dan damai.
2. Sampaikan Pendapat dengan Menghargai
Jika memiliki pendapat yang berbeda, maka sampaikan dengan rasa saling menghargai dengan tidak menjatuhkan pihak lain, mempermalukannya, dan fokuslah pada argumen dengan bukti yang nyata.
3. Jangan Panas Dingin
Sebagaimana yang diketahui bahwa media sosial rentan terjadinya konflik. Maka bersikaplah dengan bijaksana dan tenang, jangan biarkan emosi negatif menguasai diri kita untuk berkomentar negatif.
Baca Juga: Menghargai Privasi, Mereka Tidak Pernah Membagikan 8 Hal Ini di Media Sosial Menurut Psikologi
4. Beri Apresiasi dan Pujian
Jika menyukai postingan seseorang, maka jangan ragu untuk memberi tahu mereka. Selain memberikan dorongan positif untuk orang tersebut, juga akan menciptakan atmosfer yang hangat dan ramah.
Melansir dari laman Artikel Klik Dokter, bahwa kebiasaan orang yang memberi ujaran kebencian terhadap postingan orang lain bisa karena iri hati, rendah diri, kurang empati, dan merasa berhak untuk rendahkan orang lain.
Maka dari itu, sangat perlu bagi kita untuk mengendalikan diri ketika melihat orang lain melontarkan ujaran kebencian atau ada postingan-postingan yang memancing berbuat hal demikian.
Terutama pemerintah sudah menerapkan UU ITE untuk melindungi seseorang ketika ada warganet yang melontarkan ujaran kebencian dan harus belanjut ke ranah hukum.
***

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
