Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juli 2024 | 19.25 WIB

Perhatikan 4 Etika Dasar Berkomentar di Media Sosial, Agar Tak Memicu Terjadinya Ujaran Kebencian

Ilustrasi warganet sedang komentar di media sosial. (unsplash.com/dlxmedia.hu) - Image

Ilustrasi warganet sedang komentar di media sosial. (unsplash.com/dlxmedia.hu)

JawaPos.com -  Semakin majunya perkembangan teknologi saat ini, banyak warganet yang bebas mengakses media sosial baik dengan orang yang dikenal maupun tidak dikenal.

Mulai dari akun media sosial politik, artis, serta public figure yang mudah sekali diakses, turut memudahkan warganet menuliskan berbagai komentar, mulai dari positif maupun negatif.

Kebebasan warganet untuk berekspresi di media sosial menjadi penyebab seseorang untuk tidak takut meninggalkan beberapa ujaran kebencian atau komentar negatif di suatu postingan berita atau keseharian selebriti.

Mengutip dari laman Egsa UGM, Safira dalam tulisannya "Budaya Berkomentar Warganet di Media Sosial: Ujaran Kebencian Sebagai Sebuah Tren" bahwa banyak warganet yang melemparkan hujatan, cacian, hinaan, bahkan kutukan dengan berkedok kritik.

Namun sayangnya, hal yang disebut kritik itu sudah tidak dianggap membangun tapi mengarah ke penghinaan dan tidak dapat ditoleransi.

Selain itu komentar negatif atau ujaran kebencian juga bersifat menular dan membuat orang lain "ikut-ikutan" menghujat tanpa mengetahui jelas inti permasalahannya.

Baca Juga: Pria yang Terlihat Bahagia di Media Sosial, tetapi Sangat Kesepian di Dunia Nyata Sering Menampilkan 7 Perilaku Ini

Sementara melansir dari laman Desa Batu Menyan, berikut 4 etika berkomentar yang baik untuk diperhatikan supaya tidak memicu ujaran kebencian.

1. Gunakan Bahasa yang Baik dan Sopan

Mulai komentar dengan salam dan terima kasih, tuliskan kata-kata yang sopan sehingga menciptakan lingkunga media sosial yang tentram dan damai.

2. Sampaikan Pendapat dengan Menghargai

Jika memiliki pendapat yang berbeda, maka sampaikan dengan rasa saling menghargai dengan tidak menjatuhkan pihak lain, mempermalukannya, dan fokuslah pada argumen dengan bukti yang nyata.

3. Jangan Panas Dingin

Sebagaimana yang diketahui bahwa media sosial rentan terjadinya konflik. Maka bersikaplah dengan bijaksana dan tenang, jangan biarkan emosi negatif menguasai diri kita untuk berkomentar negatif.

Baca Juga: Menghargai Privasi, Mereka Tidak Pernah Membagikan 8 Hal Ini di Media Sosial Menurut Psikologi

4. Beri Apresiasi dan Pujian

Jika menyukai postingan seseorang, maka jangan ragu untuk memberi tahu mereka. Selain memberikan dorongan positif untuk orang tersebut, juga akan menciptakan atmosfer yang hangat dan ramah.

Melansir dari laman Artikel Klik Dokter, bahwa kebiasaan orang yang memberi ujaran kebencian terhadap postingan orang lain bisa karena iri hati, rendah diri, kurang empati, dan merasa berhak untuk rendahkan orang lain.

Maka dari itu, sangat perlu bagi kita untuk mengendalikan diri ketika melihat orang lain melontarkan ujaran kebencian atau ada postingan-postingan yang memancing berbuat hal demikian.

Terutama pemerintah sudah menerapkan UU ITE untuk melindungi seseorang ketika ada warganet yang melontarkan ujaran kebencian dan harus belanjut ke ranah hukum.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore