Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juli 2024 | 04.10 WIB

8 Pengalaman Masa Kecil Yang Membuat Orang Merasa Sulit untuk Berteman

Sejumlah anak bermain di klinik layanan kesehatan mental - Image

Sejumlah anak bermain di klinik layanan kesehatan mental

JawaPos.com - Berteman menjadi proses yang alami dan menyenangkan bagi banyak orang. Namun, ada juga yang merasa kesulitan untuk menjalin hubungan sosial. Ternyata, pengalaman masa kecil seseorang bisa berpengaruh dalam kemampuannya untuk berteman di kemudian hari.

Dilansir dari Ideapod pada Minggu (28/7), terdapat delapan pengalaman masa kecil yang biasanya dialami oleh orang-orang yang merasa sulit untuk berteman:

1. Kurangnya Dukungan Emosional dari Orang Tua

Anak-anak yang tidak mendapatkan dukungan emosional yang memadai dari orang tua mereka seringkali tumbuh dengan rasa tidak aman dan ketidakpercayaan terhadap orang lain.

Kurangnya perhatian, kasih sayang, atau validasi dari orang tua dapat membuat anak merasa tidak layak dicintai, sehingga mereka kesulitan untuk membuka diri dan membentuk hubungan yang sehat di kemudian hari.

2. Pengalaman Perundungan di Sekolah

Perundungan dapat meninggalkan luka psikologis yang mendalam dan jangka panjang. Anak-anak yang menjadi korban bullying mungkin mengembangkan rasa takut terhadap interaksi sosial dan menghindari situasi yang berpotensi membuat mereka rentan terhadap penghinaan atau penolakan. Akibatnya, mereka mungkin menjadi lebih tertutup dan sulit untuk mempercayai orang lain.

3. Pindah Sekolah atau Rumah Secara Berkala

Anak-anak yang sering berpindah sekolah atau rumah biasanya kesulitan membentuk hubungan jangka panjang. Mereka harus terus-menerus beradaptasi dengan lingkungan baru dan mencari teman baru, yang bisa menjadi proses yang melelahkan dan membuat mereka enggan untuk menjalin hubungan yang lebih dalam karena khawatir harus berpisah lagi.

4. Pola Asuh yang Terlalu Protektif

Orang tua yang terlalu protektif dan tidak memberikan anak mereka kebebasan untuk menjelajahi dunia dan berinteraksi dengan teman sebaya dapat menyebabkan anak tersebut kurang berkembang secara sosial.

Anak-anak ini mungkin merasa canggung atau tidak tahu cara berinteraksi dengan orang lain karena kurangnya kesempatan untuk belajar dan berlatih keterampilan sosial.

5. Kurangnya Kesempatan untuk Berinteraksi dengan Teman Sebaya

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang terbatas interaksi sosialnya, misalnya karena homeschooling tanpa kegiatan sosial tambahan atau tinggal di daerah terpencil, mungkin tidak memiliki kesempatan untuk belajar keterampilan sosial yang penting. Ini bisa membuat mereka merasa kurang percaya diri dan canggung dalam berinteraksi dengan orang lain.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore