Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Juli 2024 | 21.50 WIB

Menurut Psikologi: 2 Tanda Anda Tak Boleh Berteman dengan Mantan, Salah Satunya Punya Pasangan Baru

ilustrasi putus cinta. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi putus cinta. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Saat putus cinta dengan pasangan, maka dia sudah menjadi mantan. Lantas memutus hubungan pertemanan dengannya juga tak selalu berarti buruk.

Berbagai penelitian psikologi menyebut bahwa berteman dengan mantan bagi beberapa tipe orang justru memang berdampak buruk baginya. Mulai dari masalah kesehatan mentalnya hingga masalah hubungan dirinya dengan orang lain selain dari mantannya itu.

Dengan begitu, jika ada orang yang dapat kembali berteman dengan mantan, Anda tak harus juga melakukannya bila memang tak bisa. Dan itu tak apa.

Keputusan Anda untuk berhubungan dengan mantan mutlak adalah kehendak sendiri tanpa perlu membandingkannya dengan orang lain.

Untuk mengenali masalah ini lebih lanjut, berikut adalah dua tanda saat seseorang tak bisa lagi berteman dengan mantan menurut psikologi, dikutip dari Psychologi Today, Minggu (7/7).

1. Masih ada hasrat romantis yang belum terselesaikan.

Ketika Anda masih memiliki hasrat romantis terhadap mantan, ada baiknya berhenti saja berteman dengannya. Ini bisa jadi masalah.

Dalam studi yang diterbitkan dalam Personal Relationships menemukan bahwa ketika hasrat romantis atau seksual yang masih ada muncul, sulit untuk mengesampingkan perasaan tersebut demi persahabatan.

Putus cinta memang sulit. Akibatnya melibatkan kesedihan atas cinta dan ikatan yang telah terjalin, dan hampir mustahil untuk menghilangkan perasaan tersebut dalam semalam. Proses ini membutuhkan waktu dan melewatkannya dapat mengganggu penyembuhan.

Bila ada hasrat romantis yang belum terselesaikan, tetap berteman dengan mantan malah akan mempersulit dan memperpanjang proses pemulihan emosional. Berada di dekat seseorang yang masih disayangi dapat membuat luka-luka itu tetap segar dan membuat sulit untuk move on. Hal itu menghalangi kemungkinan untuk menjalin hubungan baru yang sehat.

Agar persahabatan menjadi sehat dan memuaskan, kedua individu membutuhkan kapasitas untuk menjadi teman—dan cinta yang bertahan lama hanya menyisakan sedikit ruang untuk transisi yang bersih ke hubungan platonis.

2. Sudah menjalin hubungan baru

Saat sudah menjalin hubungan baru dengan pasangan lain, tetap berteman dengan mantan bisa jadi masalah.

Studi lain yang diterbitkan dalam Social Psychological and Personality Science meneliti bagaimana keterikatan yang masih ada dengan mantan pasangan memengaruhi hubungan saat ini.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore