Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juli 2024 | 18.55 WIB

Lima Cara Mengatasi Quarter Life Crisis, Salah Satunya Jauhi Lingkungan Toxic

Ilustrasi pria yang mengalami Quarter Life Crisis

JawaPos.com - Quarter Life Crisis adalah fase yang umum dialami oleh kamu muda-mudi, namun kalian tetap harus mengetahui cara untuk mengatasi krisis paruh baya ini. Krisis paruh baya ini biasa terjadi pada muda-mudi dengan rentang usia 20-30th.

Namun tidak selalu akan terjadi kepada semua orang, ada juga yang tidak mengalami hal ini. Semuanya tergantung dengan pola pikir kita. Karena itu ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi quarter life crisis.

1.      Jangan bandingkan diri sendiri dengan orang lain

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain adalah hal yang sangat harus dihindari, karena setiap orang memiliki gaya, target dan tujuan hidup yang berbeda. Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda-beda, dari sekian banyak manusia di dunia ini tidak ada yang jalan hidupnya sama persis.

Membandingkan diri dengan orang lain hanya akan menimbulkan iri hati, kecemburuan dan rasa rendah diri. Fokuslah pada kemajuan dan pencapaian diri, bandingkanlah dirimu yang sekarang dengan dirimu yang dulu.

Jangan lupa untuk mensyukuri dan merayakan setiap langkah kecil maupun besar yang kamu capai. Juga maafkan dirimu sendiri jika ada hal yang tidak berhasil kamu capai. Memaafkan diri sendiri juga sama pentingnya dengan memaafkan orang lain.

2.      Susun rencana dan eksekusi

Setiap pagi setelah bangun tidur selalu ucapkan afirmasi positif untuk dirimu, hipnotis dirimu agar menjadi pribadi yang optimis dan realistis. Buatlah rencana untuk hari itu, lebih baik jika ditulis di buku karena apapun yang kita tulis akan lebih mudah terserap oleh otak kita.

Rencana yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut dan mulailah dengan langkah yang kecil untuk mewujudkannya. Disiplin dan konsistensi adalah kunci untuk mencapai kesuksesan.

3.      Cari lingkungan yang mendukung

Sewaktu kecil mungkin kita sering mendengar ucapan orang tua berupa “jangan pilih-pilih dalam berteman”. Namun seiring kita tumbuh dewasa ternyata “memilih teman” itu sangat perlu dilakukan.

Hiduplah dalam lingkungan maupun komunitas yang suportif dan penuh dengan orang-orang positif. Bergabunglah dengan komunitas yang memiliki tujuan dan nilai yang sama denganmu.

Teman atau sahabat juga sangat diperlukan untuk membantumu jika sedang melalui fase hidup yang sulit. Konseling dengan psikolog juga perlu dilakukan jika kamu rasa tidak ada lagi orang yang bisa mendengarkan dan mengerti kamu.

4.      Keluar dari hubungan toxic

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore