Kebiasaan itu lahir dari pengalaman hidup dan tentu bisa Anda pelajari untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah 7 kebiasaan orang yang jarang mengalami stres, dikutip dari Ideapod, Kamis (18/7).
1. Mereka memprioritaskan perawatan diri
Orang-orang yang jarang merasa stres menjadikan perawatan diri sebagai bagian yang tidak dapat ditawar dari rutinitas harian mereka. Menurut psikologi, meluangkan waktu untuk diri sendiri bukanlah kemewahan—melainkan kebutuhan. Hal itu bisa sesederhana berjalan kaki selama 10 menit saat makan siang, membaca buku sebelum tidur, atau berlatih meditasi di pagi hari. Orang-orang yang tahan stres ini memahami bahwa dengan menjaga kesejahteraan fisik dan mental mereka sendiri, mereka lebih siap untuk menghadapi tantangan hidup.
2. Mereka memahami pentingnya perspektif
Orang yang jarang merasa stres memiliki kemampuan luar biasa untuk melihat gambaran yang lebih besar. Mereka memahami bahwa sebagian besar situasi tidak separah yang terlihat pada saat itu. Dan itulah pentingnya perspektif.
3. Mereka berlatih kesadaran penuh
Psikolog mengatakan bahwa latihan teratur tidak hanya mengurangi stres tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan kita secara keseluruhan. Orang yang jarang merasa stres sering kali memasukkan kesadaran penuh ke dalam rutinitas harian mereka.
Ini bisa melalui meditasi, makan dengan kesadaran penuh, atau sekadar memperhatikan sensasi dari aktivitas rutin seperti mencuci piring. Memasukkan perhatian penuh ke dalam rutinitas Anda mungkin menjadi kunci untuk menjalani kehidupan yang lebih rileks dan mengurangi stres.
4. Mereka menjaga jaringan sosial yang positif
Orang yang jarang merasa stres cenderung mengelilingi diri mereka dengan orang-orang yang positif dan suportif yang membangkitkan semangat mereka, daripada orang-orang yang menjatuhkan mereka.
Orang-orang ini memahami pentingnya menjaga hubungan yang sehat dan sering menghabiskan waktu untuk memelihara hubungan mereka dengan keluarga, teman, dan kolega. Pada akhirnya, teman yang Anda pilih dapat sangat memengaruhi tingkat stres Anda.
5. Mereka tahu kapan harus mengatakan tidak
Orang yang jarang merasa stres memahami kekuatan pernyataan ini. Mereka menyadari bahwa waktu dan energi mereka adalah sumber daya yang terbatas. Sehingga, tak bisa mengatakan iya pada semua permintaan.
Oleh karena itu, mereka membuat keputusan sadar tentang apa yang dapat mereka lakukan secara realistis tanpa merasa kewalahan.
6. Mereka melakukan aktivitas fisik secara teratur
Melakukan aktivitas fisik melepaskan endorfin, peningkat suasana hati alami tubuh. Aktivitas fisik juga membantu mengalihkan pikiran dari pikiran yang membuat stres dan memungkinkan Anda kembali mengerjakan tugas dengan perspektif baru.
Anda tidak harus lari maraton atau bergabung dengan pusat kebugaran untuk mendapatkan manfaat dari aktivitas fisik. Bahkan jalan kaki singkat setiap hari dapat memberikan dampak yang besar.
7. Mereka mempraktikkan rasa syukur
Rasa syukur mengalihkan fokus kita dari apa yang salah dalam hidup kita ke apa yang benar. Rasa syukur membantu kita menyadari berkat-berkat yang kita terima, tidak peduli seberapa kecilnya.
Menulis jurnal rasa syukur setiap hari atau sekadar meluangkan waktu setiap hari untuk merenungkan hal-hal yang Anda syukuri dapat memberikan dampak yang signifikan. Seiring berjalannya waktu, praktik ini dapat menumbuhkan sikap positif dan ketahanan, sehingga membantu Anda mengelola stres dengan lebih baik.