JawaPos.com - Baru-baru ini viral di media sosial di mana sejumlah warga di Banjarmasin mengalami teler atau mabuk dengan narasi mengonsumsi kecubung.
Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) pun turun tangan mendalami dugaan penyalahgunaan buah kecubung untuk efek mabuk ataupun halusinasi.
”Kami sudah mengidentifikasi keempat korban yang mabuk dan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak meniru perilaku tersebut karena bisa membahayakan kesehatan dan keselamatan,” kata Kabidhumas Polda Kalsel Kombespol Adam Erwindi, Rabu (10/7) lalu.
Tanaman kecubung atau Borrachero memang bukan termasuk golongan narkotika, namun kerap digunakan sebagai penghilang kesadaran atau zat pembius, karena daun kecubung berkhasiat anestesi.
Dikutip dari laman BNN Kabupaten Tana Toraja, hal itu karena tanaman kecubung mengandung metil kristalin yang mempunyai efek relaksasi.
Tanaman ini mengandung senyawa kimia alkaloid, yang terdiri atas atropin, hiosiamin, dan skopolamin. Zat-zat senyawa tersebut bersifat antikholinergik.
Melansir dari laman Jurnal Psikiatri Universitas Airlangga, antikholinergik bisa menyebabkan efek merugikan seperti penurunan fungsi kognitif, perubahan perilaku, dan penurunan fungsi memori.
Kecubung juga mengandung hiosin, zat lemak, kalsium oksalat, meteloidina, norhiosiamina, norskopolamina, kuskohigrina, dan nikotina.
Bahkan, kandungan skopolamin yang ada dalam bunga kecubung sampai dikenal dengan sebutan ‘The Devil’s Breath’ atau nafas setan, karena skopolamin bisa membuat orang yang mengonsumsinya bertindak tidak wajar.
Dalam dosis yang tinggi, skopolamin bahkan bisa menghilangkan ingatan hingga menyebabkan kematian.
Karena memiliki efek memabukkan hingga membuat tidak sadarkan diri, bunga kecubung termasuk dalam daftar 15 tanaman yang diusulkan Kementerian kesehatan untuk masuk dalam golongan narkotika. Kabarnya, efek mabuk dari kecubung bisa jauh melebihi ganja.
Meskipun demikian, kecubung ternyata juga berkhasiat dalam mengatasi beberapa masalah kesehatan. Dikutip dari laman Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementan RI, berikut adalah sejumlah khasiat kecubung:
1. Mengatasi kulit bengkak
Daun kecubung bisa membantu meredakan masalah bengkak pada kulit. Caranya dengan mencampur daun kecubung segar dengan minyak kelapa, kemudian dipanggang dan diremas, lalu ditempelkan pada kulit yang bengkak
2. Perawatan kuping kopok
Caranya, isi dari buah kecubung dipipis halus, dicampur dengan minyak zaitun atau kelapa, dan dipanaskan sebentar dengan kelontongannya, lalu digunakan teteskan pada kuping yang sedang bermasalah.
3. Mengatasi sembelit
Caranya cukup mudah yaitu remas daun kecubung dan tempatkan di perut, maka efeknya dapat membantu meredakan sembelit.
4. Meredakan Reumatik
Untuk meredakan reumatik, ambil setidaknya 4 helai daun kecubung kemudian dirajang dan dijemur serta tambahkan minyak kelapa 10 sendok.
Simpan campuran tersebut selama 3 hari. Peras dan pisahkan minyaknya kemudian hangatkan, lalu gosokkan pada bagian yang nyeri, bila perlu tambahkan sedikit minyak kayu putih.
5. Mengobati Terkilir/keseleo
Campurkan 14 helai daun kecubung dengan 2 buah serai dan cacah sampai halus. Tambahkan minyak kelapa 2 gelas, lalu gosok pada bagian yang terkilir.