Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juli 2024 | 23.23 WIB

Joe Biden Salah Sebut Volodymyr Zelensky Sebagai Presiden Putin di KTT NATO

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mendengarkan Presiden AS Joe Biden berbicara pada pertemuan Pakta Ukraina, di sela-sela pertemuan puncak peringatan 75 tahun NATO di Washington, AS, 11 Juli 2024. - Image

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mendengarkan Presiden AS Joe Biden berbicara pada pertemuan Pakta Ukraina, di sela-sela pertemuan puncak peringatan 75 tahun NATO di Washington, AS, 11 Juli 2024.

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden keliru menyebut Volodymyr Zelensky sebagai Presiden Putin, yang notabenenya pemimpin dari negara lawan Ukraina.

Kekeliruan ini terjadi saat acara KTT NATO berlangsung di Washington DC, AS, Kamis (11/7). Saat itu, Biden tengah berpidato di samping Zelensky dengan maksud ingin menyerukan dukungan untuk Ukraina.

"Sekarang saya ingin menyerahkannya kepada presiden Ukraina, yang memiliki keberanian dan tekad yang sama besarnya, hadirin sekalian, Presiden Putin," kata Biden, merujuk pada Zelensky seperti dikutip Jawapos.com dari Reuters, Jumat (12/7).

"Presiden Putin, Anda akan mengalahkan Presiden Putin, Presiden Zelensky. Saya sangat fokus untuk mengalahkan Putin," tambahnya dengan maksud mengoreksi.

Suasana ruangan pada pertemuan tersebut langsung tersentak ketika Biden salah menyebutkan Zelensky sebagai Putin. Pasalnya, para hadirin tengah menyimak pidato Biden yang ingin berinisiatif bersama sekutu untuk mendukung keamanan Ukraina.

"Saya lebih baik (daripada Putin)," kata Zelensky menanggapi.

Kemudian Biden langsung menegaskan bahwa Zelensky memang jauh lebih baik daripada Putin. Beberapa hadirin terlihat sempat tertawa sebelum Presiden Ukraina itu memulai pidatonya sendiri.

Beberapa hari terakhir, Biden memang telah berada di bawah pengawasan ketat setelah menghadapi keraguan dalam peluangnya memenangkan pilpres November mendatang. Hal ini menyusul dari penampilan buruknya saat debat melawan mantan presiden AS, Donald Trump.

Meskipun begitu, Biden bertekad untuk terus maju dan menolak mundur sebagai kandidat presiden dari partainya. Ia juga mengaku bahwa dirinya berada pada posisi yang lebih baik untuk mengalahkan Trump.

Sementara itu, Kanselir Jerman Olaf Scholz membela Biden atas kesalahan sebutnya terhadap Zelensky. Ia mengatakan bahwa kesalahan bisa terjadi pada siapa saja termasuk seorang presiden sekalipun.

"Kesalahan bicara memang bisa terjadi, dan jika Anda selalu memantau semua orang, Anda akan menemukan banyak kesalahan," jelasnya.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga berulang kali menghindari menjawab pertanyaan apakah Biden cukup layak untuk mencalonkan diri sebagai presiden AS. Ia malah memuji peran Biden dalam menyelenggarakan dan memimpin salah satu pertemuan aliansi NATO yang sukses.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore