Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juli 2024 | 14.54 WIB

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Gagal Menikah? Sebuah Perjalanan Menyembuhkan Luka Diri Sendiri

Ilustrasi pernikahan. (Pexels) - Image

Ilustrasi pernikahan. (Pexels)

JawaPos.com - Gagal menikah merupakan sesuatu yang tidak diinginkan oleh semua orang. Ketika pernikahan adalah sesuatu yang ditunggu seumur hidup harus runtuh begitu saja karena satu dua alasan.

Kegagalan ini tentu meremukkan hati pengantin terkait. Meski terlihat bahwa kamu diselamatkan dari kehidupan pernikahan yang tidka bahagia, tetap saja gagal menikah adalah mimpi buruk yang tidak ingin dialami oleh semua orang.

Perasaan, sedih, marah, kecewa dan berjuta emosi lain memang natural untuk kamu rasakan. Namun, perlu pengendalian dri yang baik agar perasaan tersebut tidak meluap tanpa arah dan semakin membuatmu terpuruk.

Baik dari orang terdekat maupun kamu harus siaga dan mengawasi dirimu sendiri agar tidak melakukan sesuatu yang tidak diinginkan. Lebih jauh, kamu bisa mencari berbagai cara terkait apa yang harus kamu lakukan setelah gagal menikah.

Dilansir dari Happy Wedding dan Robyn Pineault, berikut ini adalah 5 hal untuk dilakukan setelah gagal menikah:

1. Beri Waktu untuk Dirimu

Hal paling pertama untuk dilakukan setelah pernikahan yang gagal sebenarnya adalah tidak melakukan apa-apa. Selain mengurus hal-hal terkait penyelesaian pembayaran atau teknis yang masih tersisa, kamu boleh untuk berhenti sejenak dan memberi waktu untuk diri sendiri.

Kamu juga bisa meminta bantuan keluarga atau teman dalam mengurus hal-hal yang masih tersisa. Kamu juga bisa meminta orang terdekat untuk menyimpan berbagai persiapan pernikahan seperti baju atau buket yang mengingatkanmu akan kesedihan.

Sementara itu, kamu bisa bernapas sejenak untuk memproses segalanya baik fisik maupun mental. Tidak harus langsung masuk kerja atau menyibukkan diri, terkadang kamu boleh mengambil waktu satu atau beberapa hari setelah sebuah kejadian besar dalam hidup.

2. Menerima Realita dan Emosi

Hal selanjutnya yang bisa dilakukan adalah menerima realita dan berbagai emosi yang datang. Yang dimaksud dengan menerima realita bukan memahami bahwa kamu ada di pihak yang salah dan memikirkan berbagai penyesalan atas apa yang terjadi.

Penting untuk menerima kenyataan dan berbagai emosi di dalam hati demi segera melanjutkan hidup ke depan. Menyimpan perasaan buruk atau melampiaskan juga sama tidak baiknya. Oleh karenanya, kamu bisa menerima bahwa keadaan tersebut memang sudah terjadi tidak peduli alasannya dan menyiapkan diri untuk kehidupanmu selanjutnya.

3. Bolehkan Diri untuk Bersedih

Setelah sebuah kejadian yang sangat membuatmu terpukul, kamu boleh dan sah-sah saja merasa bersedih. Kamu mungkin merasa sangat kuat dan tidak ingin terlihat lemah di mata orang lain, namun bersedih tidak serta merta membuatmu lemah.

Kamu boleh saja untuk bersedih sendirian atau mengajak teman hingga kerabat untuk menemani. Bersedih dan menangis adalah bagian dari pelepasan emosi.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore