
Menulis diary atau journaling tentang pengalaman sehari-hari atau momen khusus bermanfaat bagi kesehatan mental.
Jawapos.com - Journaling adalah sebuah kebiasaan yang biasa dilakukan sebagian orang dengan menulis keseharian secara rutin.
Journaling adalah kegiatan yang marak dilakukan oleh orang banyak karena banyaknya manfaat yang bisa didapatkan.
Mulai dari kesukaan akan dunia tulis menulis, journaling bisa dilakukan dengan senang hati. Menulis journaling tidak hanya berupa kertas polos dengan tulisan datar layaknya diary.
Seseorang yang menginvestasikan banyak dalam journaling bisa memenuhi kertas dengan berbagai warna-warni bulpen dan stiker untuk menambah semarak.
Journaling adalah proses pengabadian kenangan yang bermakna untuk dilakukan baik sendiri maupun bersama.
Journaling juga bisa dilakukan bersama dengan teman-teman di kafe atau kamar. Hal ini bisa jadi salah satu ide kegiatan yang dilakukan oleh kamu dan juga teman-teman.
Akan tetapi, tahukah kamu bahwa journaling sebenarnya menyimpan banyak manfaat kesehatan mental, lho.
Dikutip dari laman MD dan Positive Psychology, berikut 5 manfaat journaling bagi kesehatan mental:
1. Bentuk Penyaluran Emosi
Melakukan kegiatan journaling bisa jadi sebuah bentuk penyaluran emosi. Pada suatu hari, kamu mungkin mengalami peristiwa besar yang membuatmu sedih atau marah yang amat sangat. Gumpalan perasaan itu tidak baik apabila dipendam maupun disalurkan dengan cara yang salah.
Oleh karenanya, journaling bisa jadi jawaban. Tidak hanya sebagai dokumentasi, kamu benar-benar bisa menyalurkan emosi baik itu marah atau rasa sedih kepada helaian kertas yang ada di hadapan. Kamu bisa menulis, menggambar atau melakukan hal yang kamu inginkan dalam jurnal kamu.
Terutama untuk rasa sedih, atau emosional yag amat sangat seringkali bisa membebani pikiran seseorang dengan berlebihan. Lebih jauh, kamu mungkin bisa terobsesi dan merasa sedih terus menerus dan tak terkendali. Hal ini tentu tidak ingin terjadi pada kamu atau orang terdekat yang sedang mengalami peristiwa besar yang buruk atau sedih.
2. Mengatasi Kecemasan
Journaling juga bisa mengurangi anxiety atau kecemasan. Penelitian menyatakan bahwa journaling efektif mengobati klien yang mengalami gangguan kecemasan. Hal ini dihubungkan bahwa journaling adalah proses penerimaan emosi negatif dan emosi lain yang lebih baik.
Kecemasan berarti tekanan secara mental ada pada bahumu secara terus menerus. Kecemasan yang berlebihan juga tidak baik apabila dibiarkan begitu saja tanpa adanya tindakan. Kamu bisa mulai menulis secara rutin atau bercerita hal-hal yang sekiranya bisa mengurangi bebanmu.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
