Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Juni 2024 | 21.34 WIB

5 Alasan Orang Tetap Menggunakan Jam Tangan Mati, Tetap Percaya Diri Meski Fungsi Utama Tak Terpenuhi

Ilustrasi menggunakan jam taangan di tangan kiri. (freepik.com) - Image

Ilustrasi menggunakan jam taangan di tangan kiri. (freepik.com)

 
JawaPos.com - Jam tangan yang sudah mati tentu kehilangan fungsi utamanya sebagai penunjuk waktu. Meski begitu, jam tangan mati tetap jadi item yang menarik untuk tetap digunakan.
 
Mungkin, tidak jarang kita menemui orang-orang yang menggunakan jam tangan mati. Bukan alasan fungsi, rupanya ada alasan lain dibalik penggunaan jam tangan mati.
 
Mengapa jam tangan mati masih tetap digunakan? Ada beberapa alasan yang bisa diulik dari keunikan perilaku ini.
 
Jam tangan adalah sebuah benda praktis yang bisa digunakan melekat pada tubuh untuk menunjukan waktu.
 
Selain fungsi praktis, rupanya jam tangan telah menjadi barang fashion yang melengkapi penampilan sehari-hari.
 
Karena fungsinya yang melebihi penunjuk waktu, ada beberapa alasan mengapa seseorang tetap menggunakan jam tangan dalam kondisi rusak atau mati sekalipun.
 
Dilansir dari laman Independen pada Senin (24/06), berikut ini alasan seseorang tetap menggunakan jam tangan meski sudah mati dan tidak berfungsi.
 
 
1. Sentimental dan nostalgia
 
Bagi beberapa orang, jam tangan mati bisa menjadi pengingat akan kenangan indah di masa lampau.
 
Jam tangan warisan turun-temurun dari keluarga, hadiah dari orang terkasih, atau jam tangan dengan momen spesial yang terukir di dalamnya, bisa menjadi alasan seseorang untuk tetap memakainya meskipun sudah tidak berfungsi.
 
2. Fashion
 
Beberapa orang melihat jam tangan bukan sebagai alat untuk menunjukan waktu. Jam tangan lebih dipandang sebagai item fashion yang bisa melengkapi penampilan agar lebih paripurna.
 
3. Alat penunjang pekerjaan
 
Beberapa orang meyakini penampilan saat melamar pekerjaan atau menemui klien menjadi waktu yang krusial untuk memberi keyakinan dalam perkara bisnis.
 
Penggunaan jam tangan bisa memberikan kesan yang lebih formal dan profesional saat bekerja.
 
 
4. Sebagai bentuk flexing
 
Menggunakan barang-barang mewah bisa memberikan keyakinan orang lain tentang status sosial. Jam tangan sama halnya seperti mobil mewah, tas mewah, handphone tercanggih yang fungsinya untuk menunjukan apa yang dimiliki.
 
5. Praktis dan hemat
 
Di sisi lain, ada juga yang memilih memakai jam tangan mati karena alasan praktis. Bagi beberapa orang, jam tangan hanyalah aksesoris pelengkap, dan fungsionalitasnya bukan menjadi prioritas utama.
 
Memperbaiki jam tangan yang rusak bisa merepotkan dan mengeluarkan biaya, sehingga mereka lebih memilih untuk memakainya apa adanya.
 
Penting untuk diingat bahwa interpretasi ini hanya kemungkinan dan tidak selalu berlaku untuk semua orang. Kepribadian dan alasan seseorang adalah hal yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. 
 
Memakai jam tangan mati hanyalah satu bagian kecil dari diri beberapa orang dan tidak dapat digunakan untuk mendefinisikan keseluruhan kepribadian.
 
Namun, memahami makna di balik kebiasaan ini dapat membantu kita untuk lebih memahami dan menghargai perbedaan antar individu.
 
Lagipula, di balik kesederhanaan jam tangan mati, bisa tersembunyi cerita dan makna yang unik dari setiap pemakainya.***
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore