
Ilustrasi wanita yang kurang cinta diri sendiri (freepik)
JawaPos.com – Ada hubungan yang kuat antara pengalaman masa kecil dengan cara kita memandang cinta dan kasih sayang saat dewasa.
Sebagai seorang anak, pemahaman Anda tentang cinta dan kasih sayang dibentuk oleh lingkungan sekitar Anda.
Apabila pemahaman tersebut tidak tepat maka hal itu akan meninggalkan jejak dalam jangka panjang dan terbawa hingga Anda dewasa.
Lantas pengalaman masa kecil apa saja yang menjadikan orang susah menerima cinta dan kasih sayang di saat dewasa?
Dilansir dari laman The Vessel, Jumat (14/6), berikut beberapa pengalaman kecil yang menyebabkan orang kesulitan menerima cinta dan kasih sayang diantaranya:
Validasi emosional terjadi ketika perasaan Anda dikenali, diakui dan diterima. Hal ini sebenarnya inti dari kesehatan emosional dan tentunya kurangnya validasi emosional bisa meninggalkan luka yang dalam.
Ketika anak-anak mengungkapkan perasaan atau emosinya mereka cenderung mencari validasi dari pengasuhnya bukan orang tuanya. Apalagi jika mereka diabaikan tentu dampaknya menyebabkan ketidakmampuan menerima cinta dan kasih sayang di kemudian hari.
Anak-anak yang tumbuh tanpa validasi emosional menganggap emosi mereka tidak valid dan tidak perlukan. Sehingga mereka menjadi sulit mengenali dan menerima cinta serta kasih sayang dari orang lain.
Konsistensi orang tua berperan penting dalam perkembangan emosi anak. Sebaliknya sikap orang tua yang tidak konsisten membuat mereka merasa bingung dan tidak aman.
Selain itu, perilaku ini juga membuat mereka sulit memahami dan menerima cinta. Bahkan ketika dewasa, mereka selalu mempertanyakan kejujuran kasih sayang dari orang lain.
Ada beberapa contoh perilaku yang menunjukkan kasih sayang fisik seperti berpelukan atau bahkan tepukan sederhana di punggung. Hal ini tentu sangat penting untuk perkembangan emosi anak.
Tindakan sederhana tersebut bisa menciptakan rasa aman dan percaya serta mengajarkan anak untuk mengenali sentuhan dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Intinya, sangat penting memastikan anak-anak menerima kasih sayang fisik yang cukup sebab bisa membantu mereka berkembang menjadi individu yang lebih sehat secara emosional dan fisik.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
