Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Juni 2024 | 21.01 WIB

Hanya Digunakan Orang Baik Palsu, Inilah 10 Frasa yang Sering Mereka Ucapkan Menurut Psikologi

Psikopat dapat menjadi ancaman bagi orang lain karena kecenderungan mereka untuk berperilaku manipulatif, agresif, dan kriminal.

JawaPos.com - Ada perbedaan besar antara menjadi benar-benar baik dan hanya berpura-pura baik. Perbedaan ini sering kali terletak pada ketulusan. Kebaikan palsu adalah tentang terlihat baik dan penuh perhatian, sementara menyembunyikan perasaan atau niat yang sebenarnya.

Sebaliknya, orang yang benar-benar baik adalah sosok autentik dalam tindakan, niat, dan kata-kata mereka. Melansir Hack Spirit, psikologi memberikan kita wawasan tentang frasa-frasa khas yang sering digunakan oleh mereka yang hanya berpura-pura baik:

1) “Saya hanya jujur saja…”

Frasa ini sering digunakan oleh orang yang berpura-pura baik sebagai tameng untuk menyampaikan komentar yang kasar atau manipulatif. Mereka bersembunyi di balik kejujuran untuk menghindari tanggung jawab atas kata-kata negatif mereka.

2) “Jangan tersinggung, tapi…”

Kita semua pernah mendengar frasa ini. Biasanya, ini menjadi tanda bahwa komentar yang menyinggung akan segera disampaikan. Orang yang menggunakan frasa ini berusaha mengemas kritik atau komentar yang tidak baik dalam balutan kesopanan palsu.

3) “Aku benci drama…”

Ironisnya, studi menunjukkan bahwa mereka yang paling sering mengklaim benci drama justru sering menjadi pencipta drama. Frasa ini digunakan untuk menempatkan diri mereka sebagai pengamat yang tidak bersalah dalam konflik, padahal mereka mungkin adalah sumbernya.

4) “Aku bukan orang yang suka gosip, tapi…”

Orang yang menggunakan frasa ini biasanya akan mengikutinya dengan gosip atau informasi yang tidak terverifikasi. Dengan menyatakan terlebih dahulu bahwa mereka tidak suka bergosip, mereka menciptakan ilusi bahwa mereka adalah individu yang jujur, padahal kenyataannya mereka justru yang paling sering menyebarkan rumor.

5) “Cuma bercanda!”

Pernahkah Anda menerima komentar yang menyakitkan, hanya untuk mendengar “Cuma bercanda!” setelahnya? Ini adalah taktik klasik yang digunakan oleh orang yang tidak sebaik kelihatannya. Mereka menggunakan humor sebagai cara untuk menyembunyikan komentar yang bersifat jahat atau kritis.

6) “Kasihan deh kamu…”

Frasa ini, yang sering digunakan di wilayah selatan Amerika Serikat, memiliki reputasi sebagai penghinaan terselubung. Dalam konteks yang sinis atau mengejek, frasa ini sering digunakan sebagai cara yang sopan untuk menyampaikan rasa tidak percaya atau penghinaan.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore