Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Mei 2024 | 04.49 WIB

Rahasia Menemukan Makna Hidup Tergantung pada 4 Pilar Dasar, Begini Penjelasan Menurut Psikologi

Refleksi Diri: Sebaiknya Jangan Mengejar Kebahagiaan, tetapi Temukanlah Makna Hidup! (Sumber Foto : Anatolii Kiriak/Pexels.com) - Image

Refleksi Diri: Sebaiknya Jangan Mengejar Kebahagiaan, tetapi Temukanlah Makna Hidup! (Sumber Foto : Anatolii Kiriak/Pexels.com)

JawaPos.com - Sebuah refleksi diri ternyata sangat penting bagi semua orang. Sebab, melalui refleksi tersebut, kita dapat mempertanyakan apakah saya bahagia?

Pertanyaan ini seringkali membuat kita mencari arti sebenarnya. Namun, secara Psikologi, apa yang sebenarnya diinginkan orang adalah menemukan makna dalam hidup.

Dikutip dari laman hackspirit.com ada sebuah penelitian di tahun 2011 yang menemukan bahwa saat mencari kebahagian (secara aktif) hanya akan menimbulkan perasaan tidak bahagia.

Lalu, hasil penelitian tersebut membeberkan bahwa semakin banyak orang yang menghargai kebahagiaan, semakin besar kemungkinan mereka merasa kecewa. Bahkan, ketika kehidupan berubah menjadi lebih baik, orang-orang terus merasa putus asa dan kesepian. Jadi, sebenarnya apa masalahnya?.

Menurut laman HackSpirit, salah satu solusi yang diungkapkan Psikolog yaitu sebaiknya bukan mengejar kebahagiaan tetapi, sebuah makna dalam hidup.

Nah, orang-orang yang melakukan proses pencarian makna dalam hidup ini akhirnya lebih positif dalam hidup, memperoleh sikap yang lebih baik dalam segala hal yang mereka lakukan. Mulai dari soal kesenangan hingga bekerja. Lantas, bagaimana caranya?. Catat poin-poin berikut ini.

1. Mengontrol Persepsi Anda tentang Kehidupan

Seringkali saat mencari kebahagiaan, kita justru tidak menemukannya. Namun, ketika seseorang berusaha mencari makna, ia justru melampaui situasi saat ini dan melihat gambaran yang lebih besar.

Hidup ini penuh dengan pasang surut dan membiarkan diri kita gusar oleh guncangan di sela-sela momen kebahagiaan ternyata hanya akan menciptakan perasaan putus asa. Untuk itu, kita harus bisa mengontrol persepsi tentang kehidupan.

2. Temukan Hal yang Lebih Besar dari Diri Anda

Carilah hal-hal yang lebih besar dari diri Anda dan apa yang Anda ketahui. Artinya, carilah transedensi, intinya kita tidak harus melibatkan sesuatu yang spiritual atau religius.

Transendensi membiarkan perasaan diri Anda menghilang atau lebih baik lagi dan menyatu menjadi bagian yang lebih besar dari realitas Anda.

Pada dasarnya, transendensi dialami secara berbeda oleh berbagai orang, namun seringkali digambarkan sebagai kegembiraan hingga perasaan memiliki terhadap sesuatu yang lebih besar.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore