Ilustrasi stimulasi bayi yang sedang belajar berdiri dan berjalan (freepik)
JawaPos.com – Tumbuh kembang bayi merujuk pada serangkaian perubahan fisik, mental, dan emosional yang terjadi sejak lahir hingga mencapai usia toddler (Sekitar 3 tahun).
Proses tumbuh kembang bayi, melibatkan berbagai aspek, termasuk pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, perkembangan bahasa, kemampuan kognitif, serta interaksi sosial dan emosional.
Selain itu, tumbuh kembang bayi merupakan perjalanan yang unik dan menakjubkan yang diwarnai dengan berbagai tonggak perkembangan motorik bayi adalah fase merangkak, dimana bayi belajar aktif menggunakan tangan dan lutut.
Namun, tidak semua bayi melewati fase merangkak. Beberapa bayi mungkin langsung melompat ke tahap berjalan tanpa merangkak terlebih dahulu. Apakah hal ini normal? Berikut penjelasan dari Dokter Spesialis Anak.
Dilansir dari kanal YouTube Nikita Willy Official, Selasa (16/4), Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp. A(k) menyampaikan bahwa secara teori ada sekitar 17% anak yang tidak melewati fase merangkak atau melompat ke tahap berjalan tanpa merangkak terlebih dahulu. Hal tersebut merupakan hal yang normal terjadi.
Setiap bayi memiliki ritme perkembangan yang unik, termasuk dalam perkembangan motorik mereka.
Beberapa bayi mungkin mulai merangkak pada usia sekitar 6-10 bulan, sementara yang lain mungkin langsung mencoba berjalan saat usia 9-12 bulan.
Variasi ini normal dan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kekuatan otot, keseimbangan, dan minat bayi terhadap gerakan tertentu.
Tidak adanya fase merangkak pada bayi tidak selalu menjadi indikasi masalah. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi apakah bayi langsung berjalan tanpa merangkak termasuk kekuatan otot, keseimbangan dan minat bayi terhadap gerakan tertentu.
Beberapa bayi mungkin lebih suka belajar berdiri dan berjalan karena mereka menemukan itu lebih menarik daripada merangkak.
Lingkungan dan stimulasi juga dapat memainkan peran penting dalam perkembangan motorik bayi.
Bayi yang diberi kesempatan untuk bermain di lantai dengan mainan yang merangsang gerakan merangkak mungkin lebih cenderung untuk mengembangkan keterampilan tersebut.
Namun, bayi yang banyak dipegang atau digendong mungkin tidak mendapatkan kesempatan yang sama untuk melatih keterampilan merangkak.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
