Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 April 2024 | 23.35 WIB

Apakah Normal Jika Bayi Langsung Berjalan Tanpa Merangkak? Simak Penjelasan Dokter Rini Sekartini

Ilustrasi stimulasi bayi yang sedang belajar berdiri dan berjalan (freepik)

JawaPos.com – Tumbuh kembang bayi merujuk pada serangkaian perubahan fisik, mental, dan emosional yang terjadi sejak lahir hingga mencapai usia toddler (Sekitar 3 tahun).

Proses tumbuh kembang bayi, melibatkan berbagai aspek, termasuk pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, perkembangan bahasa, kemampuan kognitif, serta interaksi sosial dan emosional.

Selain itu, tumbuh kembang bayi merupakan perjalanan yang unik dan menakjubkan yang diwarnai dengan berbagai tonggak perkembangan motorik bayi adalah fase merangkak, dimana bayi belajar aktif menggunakan tangan dan lutut.

Namun, tidak semua bayi melewati fase merangkak. Beberapa bayi mungkin langsung melompat ke tahap berjalan tanpa merangkak terlebih dahulu. Apakah hal ini normal? Berikut penjelasan dari Dokter Spesialis Anak.

Dilansir dari kanal YouTube Nikita Willy Official, Selasa (16/4), Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp. A(k) menyampaikan bahwa secara teori ada sekitar 17% anak yang tidak melewati fase merangkak atau melompat ke tahap berjalan tanpa merangkak terlebih dahulu. Hal tersebut merupakan hal yang normal terjadi.

Setiap bayi memiliki ritme perkembangan yang unik, termasuk dalam perkembangan motorik mereka.

Beberapa bayi mungkin mulai merangkak pada usia sekitar 6-10 bulan, sementara yang lain mungkin langsung mencoba berjalan saat usia 9-12 bulan.

Variasi ini normal dan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kekuatan otot, keseimbangan, dan minat bayi terhadap gerakan tertentu.

Tidak adanya fase merangkak pada bayi tidak selalu menjadi indikasi masalah. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi apakah bayi langsung berjalan tanpa merangkak termasuk kekuatan otot, keseimbangan dan minat bayi terhadap gerakan tertentu.

Beberapa bayi mungkin lebih suka belajar berdiri dan berjalan karena mereka menemukan itu lebih menarik daripada merangkak.

Lingkungan dan stimulasi juga dapat memainkan peran penting dalam perkembangan motorik bayi.

Bayi yang diberi kesempatan untuk bermain di lantai dengan mainan yang merangsang gerakan merangkak mungkin lebih cenderung untuk mengembangkan keterampilan tersebut.

Namun, bayi yang banyak dipegang atau digendong mungkin tidak mendapatkan kesempatan yang sama untuk melatih keterampilan merangkak.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore