Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 April 2024 | 10.21 WIB

Meributkan Hal Sepele hingga Menjadi Kritis, Simak 8 Tanda Pasangan Diam-Diam Membenci Kesuksesan Anda

Ilustrasi seseorang yang diam-diam membenci kesuksesan pasangannya. - Image

Ilustrasi seseorang yang diam-diam membenci kesuksesan pasangannya.

JawaPos.com - Saat kamu sukses, bagaimana respons pasangan Anda? Turut bangga dan mendukung atau justru sebaliknya? Ternyata, ada sebagian orang yang tidak suka dengan kesuksesan pasangannya.

Mungkin tak secara langsung mengungkapkannya, dia bisa memperlihatkan rasa bencinya melalui beberapa tanda hingga bahasa tubuh. Berikut beberapa tanda pasangan diam-diam membenci kesuksesan Anda, dikutip dari Hackspirit.com.

1. Meremehkan Pencapaian Anda

Saat Anda mencapai kesuksesan, orang yang peduli akan turut merayakannya. Namun, jika pasangan Anda tampaknya terus-menerus meremehkan pencapaian Anda atau bahkan mengabaikannya, hal itu bisa menjadi sinyal kebencian.

Bukannya ikut merasakan kegembiraan Anda, dia justru secara halus meremehkan pencapaian Anda atau mengalihkan pembicaraan ke hal lain.

2. Tidak Tertarik dengan Pekerjaan Anda

Apakah Anda sering menghabiskan waktu berjam-jam, bekerja tanpa henti untuk mencapai tujuan? Apakah usaha dan perjuangan Anda terbayarkan? Bagaimana respons pasangan Anda?

Coba perhatikan, apakah dia terlihat tidak peduli dengan hal tersebut? Jika dia tampak tidak tertarik dengan pekerjaan Anda, kemungkinan dia tidak ingin Anda mendapat kesuksesan itu.

3. Meributkan Hal Sepele

Tanda pasangan Anda diam-diam benci dengan kesuksesan Anda adalah dia meributkan hal sepele, bukan hanya sekali, tetapi sudah menjadi sebuah pola dalam hubungan kalian. Apakah Anda menyadari hal ini?

Saat Anda mencapai kesuksesan di tempat kerja, pasangan Anda menemukan alasan untuk berdebat atau kesal karena hal kecil, seolah-olah kesuksesan Anda memicu reaksi negatif dalam dirinya. Hal itu mungkin membuat Anda merasa sulit untuk diabaikan dan bingung hingga sakit hati.

Pencapaian Anda berubah menjadi sumber ketegangan, bukan perayaan.

4. Menjadi Terlalu Kompetitif

Ada fenomena psikologis yang disebut 'kekurangan relatif', yaitu ketika seseorang merasa tidak puas atau marah karena dia merasa lebih buruk daripada orang-orang di sekitarnya. Apakah hal ini juga terjadi pada pasangan Anda?

Jika iya, dia tidak merasa bahagia atas pencapaian Anda, dia justru mulai bersaing dengan Anda dan bukan persaingan yang sehat. Kompetisi tersebut tampaknya didorong oleh kebencian.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore