
Ilustrasi Pasangan (Freepik)
JawaPos.com – Konsep 5 bahasa cinta atau love language telah menjadi populer sebagai cara untuk memahami diri sendiri dan pasangan lebih baik.
Namun, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa teori ini tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Melansir dari The Guardian, Kamis (25/1), berikut adalah penjelasan ilmiah dari para ahli tentang kebenaran teori 5 bahasa cinta atau love language serta reaksi penggemarnya.
Apa itu Bahasa Cinta atau Love Language?
Bahasa cinta adalah istilah yang diciptakan oleh Gary Chapman, seorang pendeta Baptis yang lama yang memberi konseling kepada pasangan melalui gereja.
Dia menulis buku The 5 Love Languages: How to Express Heartfelt Commitment to Your Mate pada tahun 1992, yang telah terjual 20 juta kopi sejak saat itu.
Dalam buku tersebut, dia mengeklaim bahwa ada lima cara berbeda untuk menerima dan mengekspresikan cinta: kata-kata penghargaan (word of affirmation), tindakan pelayanan (act of service), sentuhan fisik (physical touch), waktu berkualitas (quality time), dan pemberian hadiah (giving or receiving gift).
Menurut Chapman, setiap orang memiliki ‘bahasa cinta utama’ yang membuat mereka merasa dicintai dan dihargai.
Jika Anda dan pasangan Anda mengetahui bahasa cinta masing-masing, Anda akan dapat berbicara melalui perselisihan dan memberikan apa yang Anda inginkan dari sebuah hubungan.
Apa yang Dikatakan Para Ahli Melalui Penelitian Baru?
Penelitian baru yang dipublikasikan di Journal of Social and Personal Relationships menemukan bahwa tidak ada cukup bukti empiris untuk mendukung teori bahasa cinta.
Peneliti meninjau semua materi ilmiah yang diterbitkan tentang konsep ini dan menemukan bahwa kebanyakan orang tidak memiliki ‘bahasa cinta utama’.
Umumnya, orang terhubung dengan semua lima pilihan tersebut atau bahkan lebih, karena peneliti percaya bahwa ada lebih dari lima kategori untuk mengekspresikan cinta dengan cara yang bermakna.
Selain itu, mungkin juga tidak masalah jika Anda berkencan dengan sesama pemberi hadiah atau pemberi kata kata manis.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
