Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 November 2023 | 00.48 WIB

Tiongkok Mulai Survei Populasi Nasional di Tengah Penurunan Angka Kelahiran

Tampak seorang orang tua bersama anak mereka berjalan-jalan di sebuah taman di Shanghai, Tiongkok pada 2 April 2023. (Sumber: REUTERS/Aly Song) - Image

Tampak seorang orang tua bersama anak mereka berjalan-jalan di sebuah taman di Shanghai, Tiongkok pada 2 April 2023. (Sumber: REUTERS/Aly Song)

JawaPos.com - Tiongkok akan mulai melakukan jajak pendapat terhadap 1,4 juta orang pada Rabu (1/11) dalam sebuah survei mengenai populasi.

Pihak berwenang Tiongkok tengah berjuang untuk memberikan insentif kepada masyarakat agar memiliki lebih banyak anak di tengah menurunnya angka kelahiran dan penurunan populasi pertama dalam lebih dari enam dekade.

Jajak pendapat tersebut yang diumumkan pada 10 Oktober akan fokus pada wilayah perkotaan dan pedesaan di seluruh negeri.

Survei ini akan didasarkan pada sampel 500.000 rumah tangga dan berlangsung selama sekitar dua minggu hingga 15 November, kata Biro Statistik Nasional Tiongkok.

Hal ini akan membantu memberikan dasar untuk memantau perubahan perkembangan populasi Tiongkok dan bertujuan untuk merumuskan kebijakan ekonomi nasional, pembangunan sosial, dan kebijakan terkait kependudukan, bagi pemerintah dan Partai Komunis, kata biro tersebut.

Tiongkok terakhir kali melakukan sensus penduduk sekali dalam satu dekade pada November 2020 dan menunjukkan bahwa Tiongkok mengalami pertumbuhan paling lambat sejak survei populasi modern pertama pada 1950-an.

Perkembangan populasi sering dikaitkan dengan kekuatan dan 'peremajaan' negara di media pemerintah di tengah menurunnya angka kelahiran dan meluasnya kekhawatiran warga mengenai kesulitan membesarkan anak.

Biaya penitipan anak yang tinggi dan keharusan berhenti berkarir telah membuat banyak perempuan enggan mempunyai anak lagi atau bahkan tidak punya anak sama sekali. 

Diskriminasi gender dan stereotipe tradisional mengenai perempuan yang mengasuh anak masih tersebar luas di seluruh negeri.

Pihak berwenang dalam beberapa bulan terakhir telah meningkatkan retorika mengenai pembagian tugas mengasuh anak, namun cuti ayah masih terbatas di sebagian besar provinsi.

Negara ini melaporkan penurunan jumlah penduduk sebanyak 850.000 jiwa dari populasi 1,4 miliar jiwa pada 2022, yang merupakan penurunan pertama sejak 1961 di mana terjadi Kelaparan Besar di Tiongkok.

 
Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore