
Tampak seorang orang tua bersama anak mereka berjalan-jalan di sebuah taman di Shanghai, Tiongkok pada 2 April 2023. (Sumber: REUTERS/Aly Song)
JawaPos.com - Tiongkok akan mulai melakukan jajak pendapat terhadap 1,4 juta orang pada Rabu (1/11) dalam sebuah survei mengenai populasi.
Pihak berwenang Tiongkok tengah berjuang untuk memberikan insentif kepada masyarakat agar memiliki lebih banyak anak di tengah menurunnya angka kelahiran dan penurunan populasi pertama dalam lebih dari enam dekade.
Jajak pendapat tersebut yang diumumkan pada 10 Oktober akan fokus pada wilayah perkotaan dan pedesaan di seluruh negeri.
Survei ini akan didasarkan pada sampel 500.000 rumah tangga dan berlangsung selama sekitar dua minggu hingga 15 November, kata Biro Statistik Nasional Tiongkok.
Hal ini akan membantu memberikan dasar untuk memantau perubahan perkembangan populasi Tiongkok dan bertujuan untuk merumuskan kebijakan ekonomi nasional, pembangunan sosial, dan kebijakan terkait kependudukan, bagi pemerintah dan Partai Komunis, kata biro tersebut.
Tiongkok terakhir kali melakukan sensus penduduk sekali dalam satu dekade pada November 2020 dan menunjukkan bahwa Tiongkok mengalami pertumbuhan paling lambat sejak survei populasi modern pertama pada 1950-an.
Perkembangan populasi sering dikaitkan dengan kekuatan dan 'peremajaan' negara di media pemerintah di tengah menurunnya angka kelahiran dan meluasnya kekhawatiran warga mengenai kesulitan membesarkan anak.
Biaya penitipan anak yang tinggi dan keharusan berhenti berkarir telah membuat banyak perempuan enggan mempunyai anak lagi atau bahkan tidak punya anak sama sekali.
Diskriminasi gender dan stereotipe tradisional mengenai perempuan yang mengasuh anak masih tersebar luas di seluruh negeri.
Pihak berwenang dalam beberapa bulan terakhir telah meningkatkan retorika mengenai pembagian tugas mengasuh anak, namun cuti ayah masih terbatas di sebagian besar provinsi.
Negara ini melaporkan penurunan jumlah penduduk sebanyak 850.000 jiwa dari populasi 1,4 miliar jiwa pada 2022, yang merupakan penurunan pertama sejak 1961 di mana terjadi Kelaparan Besar di Tiongkok.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
