
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun / Foto: (Global Times)
JawaPos.com — Kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Tiongkok menghasilkan kesepahaman awal yang menandai fase baru dalam hubungan dua kekuatan besar dunia di tengah cepatnya perkembangan kecerdasan buatan.
Di balik narasi kerja sama, kesepakatan ini juga dibaca sebagai langkah strategis untuk mulai membentuk aturan main global atas teknologi yang kini menjadi pusat persaingan geopolitik dan ekonomi internasional.
Pertemuan tingkat kepala negara tersebut membahas berbagai isu strategis, termasuk arah pengembangan dan pengelolaan kecerdasan buatan yang kian memengaruhi sektor ekonomi, keamanan, dan kehidupan sosial. Kedua pihak kemudian menyepakati pembentukan dialog antarpemerintah khusus untuk membahas AI secara berkelanjutan,l.
Baca Juga:Tiongkok Bangun Jaringan Listrik Nasional Saat Ledakan Token Picu Perebutan Kekuatan Komputasi
Dilansir dari Global Times, Rabu (20/5/2026), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun menyampaikan bahwa kedua kepala negara telah melakukan pertukaran pandangan yang konstruktif mengenai pengaturan kecerdasan buatan. Dalam pernyataannya, dia menegaskan bahwa kedua pihak sepakat untuk membuka jalur dialog antarpemerintah guna membahas kerja sama sekaligus tata kelola AI di tingkat global.
Guo menilai perkembangan kecerdasan buatan telah memasuki fase yang tidak lagi bisa dikelola secara terpisah oleh satu negara. Dia menekankan bahwa koordinasi antara dua negara dengan kapasitas teknologi terbesar di dunia menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas global di tengah percepatan inovasi yang tidak selalu diikuti oleh regulasi yang memadai.
“Sebagai dua kekuatan besar di bidang AI, Tiongkok dan Amerika Serikat harus bekerja sama untuk mendorong pengembangan dan tata kelola AI, sehingga AI dapat lebih baik melayani kemajuan peradaban manusia dan kesejahteraan bersama komunitas internasional,” ujar Guo Jiakun.
Pernyataan tersebut mencerminkan upaya membangun titik temu di tengah kompetisi yang selama beberapa tahun terakhir membentuk fragmentasi dalam ekosistem teknologi global. Di satu sisi, Washington dan Beijing bersaing dalam pengembangan model komputasi dan sistem kecerdasan buatan generatif. Di sisi lain, keduanya juga menghadapi tekanan untuk menghindari eskalasi risiko yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi dan keamanan internasional.
Kesepakatan ini juga tidak dapat dilepaskan dari meningkatnya peran aktor non-negara yang kini semakin dominan dalam ekosistem kecerdasan buatan global. Perusahaan yang dipimpin tokoh seperti Elon Musk melalui xAI, Jeff Bezos melalui ekspansi komputasi awan dan pengembangan AI di Amazon, serta Mark Zuckerberg melalui percepatan integrasi AI di Meta, telah menjadi pusat inovasi yang ikut membentuk arah persaingan di luar kendali langsung negara.
Para pengamat menilai bahwa keterlibatan pemerintah dalam dialog semacam ini menunjukkan pergeseran penting: kecerdasan buatan tidak lagi sekadar domain industri teknologi, tetapi telah menjadi instrumen strategis dalam diplomasi internasional. Negara kini tidak hanya mengatur, tetapi juga berupaya memengaruhi standar teknis yang akan menentukan arah perkembangan industri global.
Langkah ini dipandang sebagai sinyal bahwa AS dan Tiongkok, meskipun berada dalam persaingan struktural, mulai menyadari perlunya batasan bersama untuk mencegah fragmentasi standar teknologi dunia. Namun, tantangan utama tetap terletak pada bagaimana menerjemahkan dialog awal ini menjadi mekanisme yang efektif di tengah perbedaan kepentingan jangka panjang kedua negara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022