Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Juli 2023 | 21.24 WIB

Dear Ibu Pekerja, Berikut 5 Kiat Meninggalkan Anak dengan Pengasuh di Rumah

Ilustrasi. Membentuk ikatan antara ibu dan anak bisa dilakukan meski sibuk bekerja. (PARENT.COM) - Image

Ilustrasi. Membentuk ikatan antara ibu dan anak bisa dilakukan meski sibuk bekerja. (PARENT.COM)

JawaPos.com - Bagi ibu pekerja, sering kali diliputi rasa khawatir ketika memutuskan untuk tetap bekerja dan meninggalkan anak di rumah. Perasaan khawatir tersebut bisa meliputi soal pemilihan pengasuh, makanan bergizi hingga perkembangan anak karena tak bisa selalu berada disamping anak. 

Namun, ibu tetap bisa fokus bekerja tanpa harus menanggalkan tanggung jawabnya akan anak. Seperti diungkapkan motivator Merry Riana lewat kalan YouTube-nya. 

Dalam video berdurasi tujuh menit tersebut, Merry membagikan kiat mengasuh anak bagi ibu pekerja. Harapannya, sang ibu bisa tetap fokus bekerja, sementara kebutuhan dan kenyamanan anak tetap terpenuhi tanpa lepas dari pengawasan.

1. Memilih

Menentukan siapa yang akan merawat anak ketika Anda bekerja adalah pilihan selektif yang penting. Apakah itu dilakukan oleh orang tua, tempat penitipan anak (day care), atau seorang pengasuh, merupakan hal yang harus dipertimbangkan. Menurut Merry, semua pilihan tidak ada yang sempurna.

"Pasti ada pro. Pasti ada kontranya," ucapnya. Cari informasi mengenai kelebihan dan kekurangan dari pengasuhan oleh orang tua, tempat penitipan anak (day care), dan seorang pengasuh.

2. Mengawasi

Ketika bekerja, tidak mungkin untuk mengawasi anak secara langsung selama 24 jam. Salah satu solusinya mungkin menggunakan CCTV sebagai penghubung ketika Anda tidak berada di rumah. Namun, ada saat-saat di mana pengasuh tetap perlu diawasi, terutama jika mereka masih baru.

Menurut Merry juga akan lebih baik jika Anda mengambil cuti sesaat, terutama di awal pengasuhan, agar Anda sendiri yang terlibat langsung dan dapat mengawasi kegiatan mereka. Anda dapat melihat bagaimana pengasuh mengatasi anak, menghiburnya, dan bermain untuk mendukung perkembangan mereka. Dari semua itu, Anda dapat memberikan penilaian sendiri.

3. Membuat Perencanaan

Kepentingan anak tetap menjadi prioritas utama bagi orang tua. Oleh karena itu, orang tua seharusnya merencanakan dan mengatur dengan rinci setiap kebutuhan dan kebiasaan anak. Hal ini meliputi membuat jadwal, seperti kapan waktu makan, jenis makanan yang boleh dikonsumsi, kegiatan apa yang akan dilakukan, apakah ada vitamin atau obat yang perlu diminum, jam pulang sekolah, jadwal les, waktu tidur, waktu bermain, dan yang tak kalah penting adalah perencanaan tentang tontonan apa yang diperbolehkan dan hal-hal lainnya.

Semua perencanaan ini adalah tanggung jawab orang tua dan harus diatur dengan sebaik mungkin. Dengan begitu, meskipun orang tua tidak bisa mengawasi anak secara langsung, tapi tetap berperan penting dalam aktivitas sehari-hari anak. Selain itu, penting juga untuk melakukan kontrol dan pengawasan terhadap apa yang dilakukan oleh anak.

4. Merawat

Merawat dan mendidik anak merupakan tanggung jawab yang sepenuhnya menjadi kewajiban orang tua. Pengasuh hanya menjadi pengganti ketika ibu tidak dapat hadir di rumah. Namun, ketika ibu sudah berada di rumah, semua tanggung jawab pengasuhan seharusnya dikembalikan kepada ibu tersebut.

Penting untuk menjalin hubungan dan kedekatan dengan anak, berkomunikasi, dan berbincang tentang kegiatan baik di sekolah maupun selama ibu tidak berada di rumah. Selain itu, orang tua harus memiliki tingkat kepekaan yang tinggi terhadap perubahan yang terjadi pada anak, baik perubahan fisik maupun perubahan perilaku. Sebagai seorang ibu, walaupun pekerjaan dapat menjadi berat dan melelahkan, tetaplah penting untuk memberikan perhatian dan merawat anak secara penuh.

5. Menjalin Hubungan

Terakhir, Merry menjelaskan bagaimana menjalin hubungan dengan pengasuh adalah hal yang penting. Karena menemukan pengasuh yang cocok tidaklah mudah, jadi jika sudah menemukan pengasuh yang cocok dan dapat dipercaya, penting untuk menjaganya dengan baik.

Menciptakan rasa nyaman bagi pengasuh akan membantu mereka merasa betah dalam membantu merawat dan menjaga anak. Merry juga menegaskan, bahwa pengasuhan adalah hubungan kerjasama dua arah. Jika Anda menghormati dan memperlakukan pengasuh dengan baik, maka pengasuh juga akan melakukan hal yang sama.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore